Pintu Rindu

Penutup perjalanan panjang

Jalan panjang telah ditempuh. Namun entah mengapa perjalanan ini terasa seperti berlalu begitu cepat. Saat sebuah pertemuan menjadi saksi bisu dua insan untuk siap memberikan hatinya pada satu sama lain, sebuah perpisahan terasa lebih sakit karena hati yang telah dirawat baik-baik akan ditinggalkan.

Sebuah memori indah, mengenang senyum-senyummu. Yang saat kupandangi membuat aku tertegun. Dari mataku tak berkedip memandangmu hingga jatuh ke hati yang tak berhenti bergetar.

Semua ada waktunya. Sebuah masa pasti memiliki akhir. Dan kini telah habis masamu, tiba masaku.

Langit sore tadi mengamini kesedihan kami yang ditinggalkan. Kilauan pelangi indah menghiasi hari setelah hujan turun. Senang bisa mengenal dirimu. Semoga kita masih bisa selalu bertemu, melewati pintu rindu.


Bandung

Tempat kita akan selalu kembali

22.10.16 - 23.27

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.