
Warna-warni Cisoka
Sebuah kontemplasi atas perjalanan
Entah mengapa, dusun ini acap membuat saya ingin selalu kembali. Harus diakui bahwa empat hari terakhir menginap dan berinteraksi bersama warga Dusun Cisoka kemarin, saya lebih mengenal masyarakat dan lingkungan dusun ini lebih baik daripada beberapa kali kunjungan selama 5 bulan terakhir.
Tawa yang menyambut kedatangan dan tangis yang mewarnai kepergian kami menjadi cerita tersendiri bagi kami sebagai panitia yang 'menjenjang' dan bagi peserta yang 'dijenjang’. Rasanya kemarin hampir tidak terasa batas antar panitia dan peserta. Metode live-in ini menurut saya sangat baik untuk dilanjutkan. Komunikasi dan kolaborasi yang baik antara perhimpunan dan program studi membuat acara live-in ini seperti liburan dan hiburan di sela-sela penjenjangan yang memiliki banyak pelajaran.
Menurut saya, pengalaman hidup bersama masyarakat desa secara langsung ini menghadirkan keresahan. Resah akan tidak meratanya perekonomian dan infrastruktur antara wilayah kota dan desa. Kemudian dari keresahan ini timbul keinginan untuk berpikir. Banyak solusi yang diharapkan keluar dari pemikiran-pemikiran peserta yang mengikuti kegiatan live-in ini setelah melakukan interaksi dengan warga. Setelah keinginan untuk berpikir ada, semoga saja muncul kesadaran. Sadar bahwa masa depan masyarakat desa merupakan tanggung jawab kita juga.
Semoga kita sabar, semoga kita sadar

Terima kasih untuk warga Dusun Cisoka, warga Desa Citengah, panitia Penjenjangan Mula-Bina, dan Calon Gunadharma 2017 atas pelajaran-pelajaran selama empat hari kemarin.
Mempertahankan hubungan baik nyatanya lebih sulit dari memulai hubungan itu sendiri. Semoga hubungan Cisoka dan Gunadharma ini dapat terus berlangsung dengan baik.
Citengah-Cisoka
Intan yang tersembunyi ditengah pegunungan Kota Sumedang
28.07.17 - 20.08
