LULLABY

Rima Hariati
Nov 1 · 1 min read

…ketika kenangan menjadi sebuah nyanyian penghantar tidur yang bisa kembali diputar ulang

Image source: google

Bagaimana jika kau mendapati hatimu masih berdebar ketika melihatnya, tapi kau tahu bahwa tak ada yang bisa kaulakukan untuk kembali seperti semula?

Kau tahu kau masih menyukainya. Kau masih merindukannya. Sejauh apapun kau pergi. Bagaimanapun kau berusaha melupakannya. Tetap, akhir dari perjalananmu adalah kembali menemuinya. Kembali melihatnya.

Kau bertanya apakah ini takdir atau karena keinginanmu yang menuntunmu menemuinya lagi?

Kau ingin mengelak. Mencoba membangun benteng pertahanan dirimu. Aku tak seharusnya menemuinya lagi. Aku tak seharusnya mengharapkan semua kembali seperti semula. Hubungan yang dibangun pada akhirnya hanya akan menjadi saling menyakiti.

Apa yang akan kaulakukan?

Tak ada.

Kau takut harapanmu akan membuatmu merasa lebih sakit.

Lalu, kau hanya ingin kembali terlelap. Dan, bermimpi jika kenangan menjadi sebuah nyanyian penghantar tidur yang bisa kembali diputar ulang.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade