LULLABY
…ketika kenangan menjadi sebuah nyanyian penghantar tidur yang bisa kembali diputar ulang

Bagaimana jika kau mendapati hatimu masih berdebar ketika melihatnya, tapi kau tahu bahwa tak ada yang bisa kaulakukan untuk kembali seperti semula?
Kau tahu kau masih menyukainya. Kau masih merindukannya. Sejauh apapun kau pergi. Bagaimanapun kau berusaha melupakannya. Tetap, akhir dari perjalananmu adalah kembali menemuinya. Kembali melihatnya.
Kau bertanya apakah ini takdir atau karena keinginanmu yang menuntunmu menemuinya lagi?
Kau ingin mengelak. Mencoba membangun benteng pertahanan dirimu. Aku tak seharusnya menemuinya lagi. Aku tak seharusnya mengharapkan semua kembali seperti semula. Hubungan yang dibangun pada akhirnya hanya akan menjadi saling menyakiti.
Apa yang akan kaulakukan?
Tak ada.
Kau takut harapanmu akan membuatmu merasa lebih sakit.
Lalu, kau hanya ingin kembali terlelap. Dan, bermimpi jika kenangan menjadi sebuah nyanyian penghantar tidur yang bisa kembali diputar ulang.
