Perempuan Penyuka Buku

Sejak kecil ia suka membaca. Tentang ini, dia memiliki sejarahnya sendiri

Semasa kecil, kira-kira menginjak 6 tahun, ia mulai selalu menemukan pola berbentuk hewan atau manusia pada serat-serat kayu kunsen jendela dan pintu. Beberapa anak mungkin akan senang dengan hal ini, tapi dia tidak. Dalam semua pola ini, dia selalu berhasil menemukan mata yang sedang menatapnya. Ia benci ditatap. Ia tak suka diperhatikan.

Ia ingin menghilangkan pola itu dari pandangannya, maka ia pun memadamkan lampu kamarnya. Tapi bahkan dalam kegelapan, ia berhasil menemukan pola itu terbentuk pada kegelapan yg ditangkap matanya, tertutup ataupun terbuka. Maka ia menyalakan lampunya kembali.

Ia kemudian selalu tidur menghadap tembok di sampingnya, agar tidak perlu melihat pola pada kunsen di seberangnya. Menghadap tembok, ia pikir dapat lolos dari pola yang selalu memandangnya itu, tp bahkan retakan tembok dan jejak rataan semennya membentuk pola dengan mata itu itu juga.

Ia pun memutuskan membaca. Hingga matanya lelah dan tertidur. Demikian ia memelihara hobi membacanya hingga sekarang. Tidur dengan pandangannya masih menatap buku dan mata pada pola-pola itu masih menatapnya.

(Sumbawa, di atas tempat tidur, di hadapan Harry Potter #5)