17 April 2016 (1)


Seorang teman ingin kematian dikenang dengan senyuman,
Karena kepergian itu memang seharusnya dirayakan,
Bukan untuk ditangisi
Sesenggukan.

Seorang teman pula, ingin kematian dikenang sebagai
Sebuah lagu
Di pagi yang sendu.
Di pagi berembun dimana kamu bisa
Melihat bayanganmu,
Terbentuk di kabut-kabut warna abu.

Seorang teman ingin kematian dikenang sebagai sebuah perjalanan,
Menuju Mahameru.
Menuju terjal dan sulur akar pepohonan yang gemar menutupi
Senyum matahari,
Ditemani oleh tarian limbung jarum jam dan nyanyian daun
Yang berguguran bercumbu dengan angin.

Seorang teman melakukan perjalanan jauh, tahun lalu
Menuju Negara yang menurut berita
Penuh dengan cahaya, dan cerita-cerita
Yang menyesakkan rongga dada,
Negara jauh yang bisa dikunjungi, namun melarang yang sudah datang, untuk kembali pulang.

Seorang teman pergi mengunjungi Mahameru saat senja,

Saat matahari berencana untuk pergi,

Membawa senyum yang tidak pernah terlihat lagi.


@andilyudha