Pada akhirnya, semua akan pergi.

Tidak semua kesempatan berakhir dengan mempersatukan orang, kadang kala kesempatan hanya menjadi perantara untuk pergi. Seperti yang saya rasakan hari kemarin, perginya dua orang teman saya menjadi awal kepergian teman-teman saya yang lain. Begitu seterusnya sampai tidak tersisa. Secara utuh kami hanya dipersatukan melalui satu kesempatan, yaitu kesempatan bekerja di perusahaan yang sama. Selebihnya, tentu kesempatan berpisah sudah di depan mata. Bekerja disalah satu perusahaan start-up membuat saya menyadari sesuatu, yaitu fase berteman yang singkat. Hanya tiga bulan, waktu yang kami punya untuk saling berbagi sedih dan senang, lalu pada akhirnya semua akan pergi.

Waktu yang singkat untuk mengenal mereka pun sudah sangat cukup untuk saya merasakan kehangatan sebuah keluarga, tanpa harus ada pada satu silsilah keluarga yang sama. Tidak perlu saya sebutkan satu persatu, dari foto yang saya unggah bisa terlihat betapa senyum masing-masing dari kami mengambarkan kebahagiaan, di momen yang hanya bisa kami lakukan sekali ini saja, seumur hidup kami, yaitu berfoto lengkap ber delapan belas.

Pertanggal hari ini, semua tidak lagi sama, dari delapan belas, menjadi enam belas, dan akan terus berkurang dalam hitungan hari, bulan, paling lama tahun, hingga tersisa nol.