- Introvert
Mungkin banyak orang yang belum kenal sama seorang introvert ? Mungkin di dunia ini jumlah orang-orang introvert bahwa hanya 40 persen di dunia ini. Jarang banget ya kalo liat orang di sekitar yang sejenis seperti kita. Pasti kebanyakan yang nggak pendiam-nya.
Hanya orang-orang yang dekat dengan seorang pendiam yang tahu bahwa di dunia ini ada orang pendiam. Syukur kalo bisa paham kalau kita ini seorang pendiam.
Kemudian apa yang dipikirkan orang-orang sekitar tentang seorang introvert ? Pasti kebanyakan ada yang bilang
antisosial/nggak mau bergaul. Oh,
no no no. Bukan begitu teman. Saya butuh seseorang yang benar-benar saya percaya. Karena pengalaman masa lalu saya, rasanya sakit jika dikhianati dan bodohlah saya jika saya mau jatuh ke lubang yang sama. Sudahlah, orang lain tak mengerti cerita saya. Jadi diam saja!.
Ada yang bilang saya nggak butuh temen . What ? nggak butuh temen ? Bercanda ya ?. Saya bilang butuh, tapi saya hanya butuh seorang teman saja yang menurut saya baik. Saya memang selektif dalam urusan pergaulan. Bukan berarti membeda-bedakan, tapi kembali ke masa lalu tadi. Saya nggak mau tersakiti lagi. Saya hanya butuh seseorang yang penting bisa membuat hidup saya lebih hidup. Itu lebih dari cukup. Saya nggak suka kalau hanya berteman, bergerumbul. Kayaknya bersama tapi saya ingin bertanya, sudahkah kalian saling memahami? atau hanya sekedar bergerumbul tanpa kejelasan ?.
Terus ada yang nasehatin saya begini. Dia seorang teman juga tetangga saya, kebetulan 1 kelas sama saya. Bilangnya begini “Min, nggawe oWhatsapp ngono lo. Konco-koncomu pada nduwe kabeh. Berkomunikasi ngono lo. Kowe iku gak iso urip tanpa konco, tanpa wong liya”
(Min, buat akun Whatsapp gitu lo. Teman-temanmu semuanya punya. Berkomunikasi gitu lah. Kamu itu nggak bisa hidup tanpa teman, tanpa orang lain)
What ? Kamu emang bercanda ya ? Saya tanya, emang semua orang bisa hidup sendiri ? Sudahlah jelas bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Jadi please jangan bicara seperti itu lagi. Lagipula saya nggak butuh banyak-banyak media sosial, itu hanya dunia maya. Yang penting di kehidupan nyata, kita itu hidup di dunia nyata. Bukan di dunia maya. Catat !.
Terus ada lagi yang bilang saya nggak punya teman. Nah, yang ini saya nggak terima. Sok tahu banget saya bilang. Saya punya teman dan lagipula saya nggak butuh banyak teman, yang penting saling memahami/mengerti. Itu lebih dari cukup. Kamu bilang kamu punya banyak teman ? Stop. Kamu itu emang dipaksa dan kamu emang mau dipaksa bergaul dengan orang yang itu-itu aja karena emang itu lingkungan di sekolah kamu, jadi kamu nggak bakal dapat teman yang benar-benar teman. Semuanya fake. Ngerti ?
Ada yang bilang saya nggak gaul. Biarlah kalaupun saya nggak gaul yang penting saya happy jadi diri saya sendiri. Buat apalah gaul tapi moral berserakan dan pribadi yang rusak. Buat apa ?.
Ada yang bilang saya freak/aneh. “Ih, freak banget sih jadi orang”. Saya bilang kamu lebih freak karena kamu merusak dirimu sendiri dengan tak membatasi pergaulanmu dengan siapapun dan tentunya mereka orang-orang yang rusak sepertimu. Tak punya kontrol, hura-hura, suka nge-bully, omonganmu yang nggak pernah dipikir. Sempurna.
Jadi nggak usah deh merasa diri paling sempurna, mengolo-ngolok orang lain padahal kamu sendiri buruk perangai. Cobalah mengaca, kalau kamu nggak kuat kamu bisa minta orang lain untuk mengacakan dirimu.Saya merasa sangat nyaman dengan ketengan dengan hal yang sudah saya kenal dengan baik,keluar zona nyaman neraka bagi kami mungkin sosiologi adalah pilihan yang salah tapi aku yakin Tuhan tidak tidur,minder adalah perasaan sehari-hari kami merasa paling dibawah adalah sifat kami jadi janganlah menghina kami,kami memang penyendiri tapi yakin kami punya teman
