Enam hal yang dilakukan sebelum menulis manuskrip artikel ilmiah

Tulisan ini adalah salah satu ulasan ulang dari sebuah artikel yang saya baca ketika sedang mencari-cari pengalaman orang lain yang telah sukses dalam dunia penelitian. Kenapa saya mencoba mencari sumber seperti ini? karena saya merasa sampai sejauh ini telah mempelajari banyak hal namun belum menuliskannya/mendokumentasikannya (mirip orang yang suka sekali jalan-jalan ke tempat yang indah tapi tidak suka foto/selfie hehehe…). Seperti menulis ulang tulisan orang (dari sudut pandang saya) ini adalah satu langkah yang saya lakukan untuk mendokumentasikan apa yang telah saya baca.

Langsung saja dari sumber tulisan yang judul aslinya adalah “How to Prepare a Manuscript for International Journals” ini ditulis oleh Dr. Angel Borja yang memiliki latar belakang sebagai penulis, pereview, dan juga sebagai editor akan memberikan beberapa saran dalam menulis manuskrip (tulisan dari sudut pandang penulis), proses evaluasi (membaca tulisan dari sudut pandang pereview) dan dari sudut pandang pihak yang akan menyukai ataukah tidak menyukai artikel tulisan kita (sudut pandang editor).

Saat ini Dr. Angel Borja saya anggap sebagai salah satu “rockstar” dalam dunia penulisan artikel ilmiah (yang nantinya akan saya sebut sebagai paper) pada tahun 2005 beliau diminta oleh pihak Elsevier — salah satu pihak yang menyediakan informasi digital terkait ilmu, teknologi, dan kesehatan untuk memberikan kuliah mengenai teknik penulisan ilmiah (scientific writing). Menurut cerita, perkuliahan saat itu berjalan sangat sukses, sehingga Dr. Angel berinisiatif untuk menjalankan kuliah serupa setiap tahunnya. Mengapa memiliki pemikiran demikian? Menurutnya para peneliti terkadang tidak dilatih oleh supervisor mereka dalam menulis paper ketika mengikuti perkuliahan doktoral, dimana waktu tersebut merupakan waktu terbaik dalam mempelajari prinsip dan disiplin ilmu penulisan.

Dr. Angel mencoba membagi sudut pandang dalam proses penulisan menjadi tiga bagian yaitu dari sudut pandang penulis, pengulas (reviewer), dan editor. Sepertinya ketiga peran tersebut sudah pernah dijalaninya. Pada tahun 1979 Dr. Angel bekerja pada universitas dan pada lembaga penelitian ilmiah. Tahun 1981 ketika paper pertamanya diterbitkan dia telah menulis lebih dari 270 kontribusi ilmiah, 150 diantaranya terdapat pada 40 jurnal yang berbeda. Wah, 270 bukan angka yang kecil untuk jumlah paper yang telah dibaca. Ternyata penulis juga perlu mendapatkan review pada tulisannya dari penulis lain — diceritakan bahwa Dr. Angel telah mereview 45 sampai 50 paper setiap tahunnya dari 65 jurnal ilmiah yang dianggapnya dapat memberikan wawasan. Dari pengalaman tersebut Dr. Angel beranggapan bahwa beliau dapat memberikan beberapa sudut pandang khusus tentang bagaimana meningkatkan kesempatan agar paper dapat diterima. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis manuskrip sebuah paper :

  1. Pikirkan tentang kenapa anda menginginkan untuk mempublikasikan papar dan merasa bahwa paper tersebut publishable. Yup, ternyata perlu sekali kita memikirkan alasan mengapa kita merasa perlu/ingin mempublikasikan tulisan kita, biasanya pertanyaan itu muncul di awal kita membuat hipotesis. Hipotesis tersebut secara tidak langsung juga merupakan jawaban dari pertanyaan ‘kenapa’ kita ingin mempublikasikan tulisan kita. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab tentang poin pertama yaitu alasan kenapa kita menginginkan tulisan perlu dipublikasikan :
  • apakah penelitian yang dilakukan adalah sesuatu yang baru dan menarik?
  • adakah tantangan pada pekerjaan ini?
  • apakah penelitian berhubungan secara langsung dengan topik yang sedang banyak diteliti “hot” ?
  • apakah dengan penelitian yang telah dilakukan sudah menghasilkan solusi pada permasalahan yang sulit?

Apabila seluruh jawaban dari keempat pertanyaan adalah “Ya” maka anda bisa memulai untuk menulis manuskrip. Jika masih ada beberapa pertanyaan yang memiliki jawaban “Tidak” maka anda bisa mempublikasikan tulisan anda pada jurnal lokal atau jurnal dengan impact factor rendah. Setelah tadi pertanyaan yang diajukan kepada penulis, ternyata juga ada beberapa poin yang juga harus dijawab oleh para reviewer, pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut :

  • apakah paper sudah mengandung cukup materi/hal baru ?
  • apakah topik yang dikandung oleh paper yang ditulis merupakan cakupan dari jurnal? — tidak akan mungkin ada paper tentang Pharmaceutical Science yang dipublikasikan pada paper tentang Computer Science. Mungkin kondisi tersebut terlalu ekstrim, namun memang ada beberapa jurnal yang memiliki kekhususan dalam bidang yang ditampung.
  • apakah paper ditulis dengan ringkas dan tersusun dengan baik?
  • apakah metode dan eksperimen telah disajikan dengan cara metode dan eksperimen dapat direplikasi ulang? — jujur yang ini kurang begitu paham makna yang dimaksud, teks aslinya seperti ini “Are the methods and experiments presented in the way that they can be replicated again?
  • apakah hasil eksperimen sudah ditampilkan secara memadai?
  • apakah permasalahan didiskusikan secara relevan, ringkas, dan didokumentasikan dengan baik?
  • apakah kesimpulan yang ditampilkan didukung oleh data yang disajikan?
  • apakah penulisan secara bahasa dapat diterima?
  • apakah gambar pendukung dan tabel memadai dan juga dengan tampilan desain yang baik? apakah terdapat informasi yang dulpikasi? apakah tulisan terlalu banyak?
  • apakah semua referensi yang disitasi pada tulisan terdapat pada daftar pustaka? — kaitannya erat dengan plagiarisme, apapun yang kita tulis dan bersumber dari tulisan orang lain harus kita tampilkan penulisnya.

2. Tentukan jenis manuskrip apa yang akan ditulis. Menurut Dr. Angel terdapat 3 macam manuskrip pada penulisan artikel ilmiah, macam-macamnya adalah sebagai berikut :

  • full articles/original articles merupakan jenis manuskrip yang paling penting — bisa dikatakan manuskrip jenis ini adalah artikel dengan versi paling akhir dan lengkap.
  • letters/rapid communication/short communication biasanya dipublikasikan dengan cepat dan merupakan bentuk awal dari paper yang ingin dipublikasi. Bentuk lebih pendek daripada full article.
  • review papers/perspectives merupakan rangkuman dari topik yang telah dibuat yang bersifat terkini dan spesifik, berisi catatan poin-poin penting yang sebelumnya telah ditulis dan tidak berisi informasi yang baru. Biasanya bentuk manuskrip ini diminta oleh editor dari jurnal. — sepertinya model manuskrip ini tidak selalu diminta

Jenis manuskrip mana yang harus di-submit harus kita tentukan sendiri, apakah mungkin bila kita submit dalam bentuk full article atau tidak. Apabila anda merasa hasil sangat baik sehingga membutuhkan manuskrip segera direview maka pilih bentuk selain full article — bisa pula diskusikan dengan supervisor kira-kira bentuk manuskrip yang seperti apa yang harus di-submit. Apapun jenis manuskrip yang akan dikirim, maka dalam satu waktu kirim hanya 1 manuskrip dan jangan lebih, biasanya editor tidak suka dengan penulis yang secara langsung mengirim beberapa manuskrip dalam satu waktu. Hal ini dikarenakan apabila editor menerima kedua manuskrip maka jurnal akan memiliki topik atau penulis yang sama dengan banyak halaman.

3. Pilih jurnal tujuan. Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah bagaimana memilih jurnal yang sesuai/tepat untuk penelitian yang sudah anda lakukan.

Jangan sampai melakukan spekulasi dengan cara menyebar manuskrip pada beberapa jurnal dalam waktu yang sama, submit hanya satu manuskrip dan tunggu balasan/respon dari editor dan reviewers

Cara yang paling umum dalam memilih jurnal yang sesuai adalah dengan melihat artikel yang telah dikonsultasikan dan disiapkan sebagai manuskrip. Kemungkinan kebanyakan orang berkonsentrasi pada satu atau dua jurnal. Bacalah publikasi yang paling terkini dari masing-masing jurnal dan temukan topik terkini dan tipe-tipe artikel ilmiah yang diterima.

Pertimbangan lain adalah dengan melihat tingkat rejection rate dari jurnal — ada beberapa bidang seperti nature, science, The Lancet dan Cell yang memiliki angka rejection rate >90%. Apabila penelitian yang telah dilakukan tidak terlalu memiliki tantangan, pilih saja jurnal yang sederhana dengan impact factor yang rendah. Anda bisa melihat nilai impact factor pada halaman ini Science Gateway.

4. Perhatikan dengan seksama pada syarat jurnal pada bagian Guide of Authors.

Setelah menentukan pilihan jurnal untuk submit, maka kunjungi halaman web dari jurnal tersebut untuk melihat petunjuk penulis dalam menyusun paper — kalau perlu cetak dan baca berulang-ulang petunjuk tersebut.

Petunjuk penulis biasanya disertai dengan editorial guidenes, prosedur pengumpulan, upah untuk mempublikasi secara gratis (open access), hak cipta dan panduan etis. Anda harus mengikuti semua peraturan yang terdapat pada petunjuk penulisan walaupun masih dalam bentuk draft awal, sesuaikan layout teks sesuai petunjuk, cara menuliskan sitasi, penomoran, gambar dan tabel dsb. Dengan mengikuti tips sederhana ini akan menghemat waktu penulisa maupun editor.

Anda harus tau bahwa editor tidak suka membuang waktu pada manusikrip yang kurang serius/siap. Editor akan beranggapan bahwa penulis kurang serius dan respek.

5. Perhatikan struktur atau susunan penulisan paper dengan baik. Masing-masing jurnal memiliki aturan dalam penulisan paper-nya masing-masing, sehingga sangat penting bagi penulis untuk menanyakan terkait panduan penulisan untuk penulis apabila terdapat permasalahan/pertanyaan. Secara umum terdapat beberapa struktur aturan dalam penulisan paper :

  • Bagian yang membuat paper ini mudah dicari dan diindeks pada suatu topik, menjadikan paper semakin informatif, atraktif, dan efektif. Bagian ini terdiri dari judul, identitas penulis (nama dan afiliasi), abstrak, dan kata kunci.
  • Bagian yang terdiri dari tulisan utama, dimana terbagi menjadi beberapa bagian yaitu: Pendahuluan, Metode, Hasil, Pembahasan, dan Kesimpulan.
  • Bagian yang terdiri dari ucapan terima kasih, referensi, dan materi pendukung atau lampiran.

Struktur umum dari sebuah full paper untuk format IMRAD yang dikeluarkan oleh Institut Standar Nasional Amerika pada 1979, meliputi beberapa pertanyaan sebagai berikut :

  • Introduction : Apa yang anda/orang lain lakukan? Mengapa anda melakukan hal tersebut?
  • Methods : Bagaimana anda melakukannya?
  • Result : Apa yang anda cari?
  • And
  • Discussion: Apa maksud dari hasil yang sudah anda dapatkan?

6. Pahami etika publikasi untuk menghindari pelanggaran. Salah satu hal terburuk dalam dunia keilmuan adalah plagiasi. Plagiasi dan pencurian terhadap pekerjaan orang lain dapat menimbulkan konsekuensi yang serius baik secara profesionalisme dan legalitas. Pelanggaran dapat meliputi pemalsuan dan peniruan data, penggunaan subjek manusia dan hewan secara tidak tepat dalam penelitian, dan menggunakan ide atau kalimat penulis lain tanpa mencantumkan sumber yang tepat.

Penutup

Dalam mempersiapkan manuskrip, terdapat beberapa prinsip dasar yang perlu untuk diingat:

  • hargailah tulisan anda — apabila tidak anda hargai sendiri, maka mengapa anda ingin submit pada jurnal?
  • tidak ada jalan rahasia untuk sukses — hanya dengan aturan sederhana, dedikasi, dan kerja keras.
  • editor dan reviewer adalah orang-orang sibuk, juga seperti anda. Maka buatlah sesuatu yang tidak membuang waktu mereka.

Terima kasih, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Sumber :

https://www.elsevier.com/connect/six-things-to-do-before-writing-your-manuscript