Saya respect terhadap program pak Haryadi untuk merangkul mahasiswa2 Indonesia untuk bisa PhD di Amerika. Menurut saya kualitas mahasiswa2 undergrad Indonesia gak kalah dengan yang dari negara2 kaya China, India Iran, hanya informasi yang kurang menyebar di Indonesia bahwa PhD di Amerika itu gratis dan tanpa perlu S2 dulu. Kekurangan2 dari mhs undergrad di Indonesia (dari sisi univ dan recommender yang tidak begitu dikenal) bisa ditutupi dengan bukti objektif lain.
Daniar beruntung bisa gabung di lab Cloud Computing/System nya pak Haryadi dan bisa dapat rekomendasi dari beliau, dan juga terlibat di publikasi top conference. Sebagai perspektif lain, untuk area-area di CS seperti machine learning dan theoretical computer science, entry level top conference agak tinggi (perlu mengambil beberapa graduate level course dulu), jadi tanpa ada publikasi di top conference pun, mahasiswa undergrad masih bisa berpeluang untuk diterima program PhD.
Jadi, buat temen-teman / adik kelas Daniar dan mahasiswa Indonesia lain yang mungkin begelut di area selain system/cloud, dan mungkin tidak seberuntung Daniar, jangan kuatir untuk mencoba mendaftar program PhD di Amerika.
Terkait dengan pemilihan universitas, menurut saya ranking universitas tidak begitu relevan lagi saat apply PhD. Beberapa top university kaya Harvard misalnya, riset di Computer Science nya kurang begitu bagus dibandingkan, misal UIUC atau Georgia Tech. Program PhD adalah untuk riset, jadi mencari grup riset dan professor yang cocok dengan minat kita lebih penting dari sekedar ranking universitas. Dan bagusnya grup-grup riset yang bagus untuk setiap area riset di CS tersebar banyak universitas di Amerika.
Contohnya untuk area yang saya familiar (machine learning dan data mining), grup-grup riset dan prof ternama untuk beberapa spesifik riset area tertentu misalnya: Deep Learning : Geof Hinton (U Toronto), Yoshua Bengio (U Montreal), Yann Le Cun (NYU); Probabilistic model: Michael Jordan (UC Berkeley), David Blei (Princeton), John Lafferty (U Chicago); ML for NLP: Andrew McCallum (UMass Amherst), Thorsten Joachims (Cornell); Graph/Networks mining: Jiawei Han (UIUC), Philips Yu (UIC); Sentiment Analysis: Bing Liu (UIC); Clustering/Manifold Learning: Sanjoy DasGupta (UCSD); Learning Theory: Nathan Srebro (TTIC), Sanjeev Arora (Princeton).
Jadi, saat daftar PhD, saya saraninin untuk lebih fokus ke mencari grup yang risetnya bagus (bisa dilihat dari list publikasi) yang areanya kita minati, dibandingkan fokus ke ranking universitas. Nanti setelah lulus program PhD dan misal apply kerja, tidak akan ditanya kamu lulusan mana, tapi publikasi kamu apa aja.
-
