Sip.
Memang punya publikasi di top conference akan membantu untuk dapat admission PhD, apalagi kalau bisa publish di jurnal ranking A* http://lipn.univ-paris13.fr/~bennani/CSRank.html.
Namun, — sekedar memberi perspektif dari area riset lain — , publikasi riset di top conference (ranking A*) machine learning (NIPS dan ICML) sangat susah buat mahasiswa undergrad (even susah juga buat mahasiswa PhD tingkat lanjut), karena untuk bisa memahami sampai level kedalaman paper2 yg submit di konferensi itu perlu memahami beberapa graduate level course di Math/CS/Stats.
Jadi, professor2 ML di sini, termasuk prof di top 10 university, ga mengexpect lulusan undergrad untuk punya publikasi di NIPS atau ICML.
Untuk pengalaman riset memamang penting, dan saya setuju bahwa sekedar publish di konferensi dengan embel-embel international dan terideks scopus kurang memuaskan. Mungkin bisa di coba untuk mensubmit ke conference level regional (Asia) atau ke conference rank B atau C yang sifatnya lebih practical.
Banyak faktor yang mempengaruhi penerimaan mhs PhD, diantaranya: GPA, rekomendasi, pengalaman riset, nilai GRE quantitatif, awards yg diperoleh. Sayangnya mahasiswa undergrad dari Indonesia rata-rata tidak punya keunggulan dari sisi GPA, rekomendasi, dan pengalaman riset; karena universitas, pemberi rekomendasi, dan pembimbing riset yang track record nya kurang di kenal komunitas internasional. Daniar beruntung karena bisa medapatkan rekomendasi dari prof yang track record-nya dikenal.
Namun, mahasiswa dari Indonesia bisa ‘menunjukkan’ kemampuannya dari sisi penilaian lain yang lebih objektif, misalnya dengan berjuang memperoleh nilai GRE kuantitatif yang bagus (misal > 165) atau menunjukkan prestasi, seperti pernah menjuarai olimpiade regional/internasional matematika/fisika/cs, atau pernah juara kompetisi programming regional/internasional.
Jadi meskipun ada kelemahan dari sisi GPA, rekomendasi, dan pengalaman riset, ada kelebihan yang bisa dipertimbangkan Prof disini dari sisi lain yang objektif.
Poin saya di sini adalah untuk mahasiswa yang mau lulus S1 dari Indonesia, gak perlu kuatir untuk langsung mendaftar PhD di Amerika. Memang kita punnya kekurangan dari beberapa sisi, tapi bisa ditutup dari sisi lain untuk bisa bersaing dengan pelamar dari negara-negara lain. Saat ini negara-negara yang banyak mengirimkan kandidat PhD Computer Science di Amerika didominasi oleh China, India, dan Iran.
Kalau banyak mahasiswa Indonesia yang berusaha apply juga, mungkin gak lama lagi Indonesia bs masuk list :D.
