Asumsi

-Tak ingin terjadi

Berdiaspora, saling menatap bercumbu ria bermesraan dengan malam, merupakan sebuah rangkaian kenikmatan berdialektika dalam mengungkapkan keasumsian yang berada. Mengasumsikan pemahaman-pemahaman yang entah apa dan kau tahu itu tidak jelas.

Ada hal yang tak jelas, ada hal yang tak ingin berubah, ada hal yang ditakutkan bisa pergi begitu saja tanpa pamit mengucapkan “permisi” dan kau sudah berusaha menahan itu semua agar apa yang terjadi tak sesuai dengan skenario Tuhan.

Satu hal yang paling tidak di inginkan ialah hal yang sewajarnya berubah menjadi ketidakwajaran, membuat semua hal tentang bagaimana dan apa hidup ku berubah menjadi tidak rasional, merusak hari biasa menjadi cemas, selalu mencari keberadaan yang membuat ku berubah dan bertanya “ia kemana?” tanpa melihat isi dari perubahan yang terjadi.

Asumsi-asumsi yang terdengar belakangan ini, terkadang membuat semuanya menjadi resah, kadang pula membuat semua kehidupan ku tak nyaman dengan situasi tak menguntungkan, kadang pun aku ingin menyangkal itu semua dan jangan sampai apa yang telah terasumsi padaku ini, benarlah akan terjadi dan itu merubah semuanya.

Ego ini memang kuat dan keras, tapi manusia mana yang bisa tahan dengan itu semua, bertahan dengan keadaan yang sama tanpa berharap lebih dan membuat berpikir, jika benar apa yang terasumsi padaku ini terjadi, bisakah aku menjaganya?

Teringat dengan perkataan teman ku “ cinta adalah sebuah keindahan bagi yang memimpikannya, tapi cinta bisa lebih dari kata indah apabila ia berani bangun dari mimpinya kemudian bergerak mendapatkannya"

#KISAHKLASIK

Like what you read? Give Kisah Klasik a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.