Sepucuk Surat Untuk Indonesia
Teruntuk pemuda-pemudi yang masih percaya bahwa Indonesia adalah negara yang hebat.
Suatu siang yang cerah di bulan Ramadhan saat aku sedang berada di Bandung, chat line dari salah seorang teman tiba-tiba datang menghampiri. Sebut saja namanya Hasia. Ia meminta bantuan untuk diberikan cuplikan ide tetang permasalahan yang ada di Indonesia untuk lombai esai, aku pun berpikir sejenak.
Dalam pikirku berkata “Kalau masalah sih banyak, disebutin satu-persatu juga males buat ngetik di HP ”. Tetapi aku coba putar otak untuk menemukan sumber dari permasalahan-permasalahan yang ada. Apa sih yang menyebabkan segala masalah di Indonesia muncul seperti jerawat anak ABG yang dipencet satu tumbuh seribu.
Akhirnya muncul 1 kata yang menurut aku cocok menjadi topik yang sesuai, yaitu MENTAL
Banyak orang yang ingin adanya perubahan, tapi sedikit sekali orang yang ingin berubah, apalagi memulai perubahannya. Hal ini yang kadang juga membuat saya jengkel. Kalau ada yang mengatakan bahwa orang indonesia itu kebanyakan komentar, itu salah besar. Sebab orang Indonesia itu kebanyakan komantar DAN sedikit aksi. Aksi apa? Tentunya Aksi untuk adanya perubahan yang diinginkan. Tetapi nampaknya iklan rokok Cl*s M*ld berslogan “Talk less Do More” yang terpampang di tiap sudut kota masih belum bisa memberikan dampak bagi masyarakat agar memulai aksi yang dapat menjadikan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri.
Aku juga sempat bertanya kepada teman-teman , “untuk menjadikan indonesia sebagai bangsa yang mandiri, harus dimulai dari mana ?” Banyak yang menjawab:
“Dari diri lu sendiri cis”
“Dari ente”
“Ya dari dalam pribadi lu dulu dong
Persis, seperti apa yang barusan dibahas. Tetapi apakah mereka sudah menancapkan pasak bumi berupa niat dihati untuk menjadikan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mandiri dihadapan negara-negara tetangga maupun dimata dunia? Sebelum menasehati seseorang agar merubah diri menjadi sangat nasionalis? (semoga mereka sudah, Aamiin)
Ambisiku dari dulu memang condong ke arah kompetisi. Motivasi untuk menjadi yang teratas atau alfa mungkin sudah menjadi cambuk sehari-hari untuk menjalani hidup. Kompetisi memang menjadi pedang yang bermata 2. Tetapi sudah sepatutnya mengasah mata pedang yang berdampak positif bagi semua pihak. Bagi kesejahteraan bersama!
Sejahtera itu harus besama, tapi keren itu wajib personal
memang agak terlihat egois, tapi apa salahnya jika hal itu di barengi dengan tujuan untuk kesejahteraan bersama? seperti Robin Hood yang mengambil harta para orang kaya yang serakah dan diberikan kepada rakyat-rakyat kecil. Dari sudut pandang orang kaya pasti Robin Hood dinilai orang yang egois dan dicap sebagai orang yang jahat. Tetapi bagaimana dengan sudut pandang rakyat kecil? Robin Hood merupakan tokoh yang berjasa dalam kesejahteraan rakyat-rakyat kecil, Tentunya ditambah dengan gaya keren dengan busur dan panah yang ia miliki.
Mungkin ada yang bilang kalau tulisan ini ngga jauh beda dengan komentar-komentar yang dilontarkan oleh para penghuni dunia maya. Hei, jangan salah. Tulisan ini walaupun tidak sesuai dengan TTKI, paling tidak diniatkan untuk menjalankan sebuah aksi. Aksi apa? Tentunya aksi untuk membuat gejolak hati pemuda-pemudi Indonesia agar mulai berbenah dari diri masing-masing. Salah satunya dengan urusan mental.
Baiklah, jika kalian disuguhi 2 buah sepeda dan disuruh memilih sebagai hadiah, yang mana yang akan kalian ambil? yang satu adalah buatan Swiss dan satu lagi adalah buatan Indonesia. Jikalau hanya sebatas hadiah, kemungkinan besar kita akan memilih buatan Swiss dibandingkan sepeda buatan Indonesia. Hal-hal seperti ini juga banyak terjadi di kehidupan sehari-hari. Seperti membeli barang di mall, online shop, dan lain lain. tetapi dari contoh ini juga terlihat bahwa kita meremehkan potensi negara kita sendiri.
Dulu Indonesia dapat membuat pesawat canggih pada zamannya dengan nama N250. Tetapi karena masyarakat Indonesia meremehkan pesawat buatannya sendiri dan malah tunduk dengan pamor dan kekuasaan negara lain, kita malah menutup industri strategis yang kita miliki saat itu. Sebagai info saja, Indonesia adalah negara ketiga yang menutup indutri strategisnya berupa industri dirgantara setelah negara Jerman dengan hitam kelam Nazi dan negara Tiongkok. Bayangkan jika sekarang industri tersebut masih ada, kemungkinan salah satu dari nama Airbus atau Boeing tidak akan kita kenali.
Tetapi dengan kemajuan teknologi sekarang, seharusnya kita dapat bangkit dan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita. Kita juga harus menimbulkan semangat berkompetisi dengan negara-negara tetangga maupun di kancah internasional, tentunya untuk tujuan mensejahterakan bangsa dan negara ini.
Jangan takut memulai. Jangan takut berbuat salah. jangan takut untuk menggantungkan mimpi setinggi langit yang paling atas, sebab meskipun jatuh, kita masih bisa melayang diantara bintang-bintang yang indah.
Mulailah dari hal yang kecil, karena sesuatu yang besar pasti dimulai dari sesuatu yang kecil
Buatlah kesalahan yang bermakna, sebab dari kesalahan kita dapat belajar untuk masa depan yang lebih baik
Bermimpilah untuk tujuan kesejahteraan, kemakmuran dan kemandirian bangsa, sebab kita akan kehilangan arah jika kita tidak punya tujuan untuk melakukan sesuatu. Bagai sebuah peta harta karun, buat tanda silang sebesar-besarnya untuk tujuan berupa Indonesia yang lebih baik.
surat dari anak Indonesia yang banyak komentar, tapi dengan komentar ini semoga menjadi cambuk aksi yang akan dimulai oleh calon orang-orang hebat yang telah membaca surat ini11072016-Rizkicis
