Salamku, Pelopor Madya Penataan Ruang 2013

Teruntuk sahabat-sahabatku, 68 Pelopor Madya Penataan Ruang 2013 yang saat ini sedang berjuang menjawab mimpinya masing-masing.
Sudah tepat tiga tahun berlalu, semenjak kita dipertemukan malam itu, di tepi Pantai Sanur, tentunya sambil diiringi desiran ombak yang saling sahut-menyahut seakan menyambut kedatangan kita semua kala itu. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa pertemuan kita selama sembilan hari itu akan menjadi starting point bagi saya, mimpi, dan harapan untuk saling berkejaran bahkan hingga saat ini, setelah tiga tahun kita saling mengucap selamat tinggal di Werdhapura, rumah bagi kita semua.
Memang tak pernah ada yang menyangka bahwa hari-hari kita, angkatan kedua Pelopor Madya Penataan Ruang akan sebegitu berharganya. Tak ada satu pun dari kita di malam itu yang mengucap ingin menjadi seorang perencana. Dan kini selalu tersisip guyonan-guyonan untuk menjadi seorang kakak mentor, seperti kakak-kakak staff kementrian yang mendampingi kita kala itu, terutama bagi sebagian kita yang kini sedang berjuang meraih mimpinya dalam jalur harapan penataan ruang. Seperti itu lah kita menyebutnya.

Jarak belum pernah semenyenangkan ini. Kita bertahan menghadapi jarak sambil terus membahagiakan — Mengutip dari sahabat kita, Khairunnisa Il Alamien.
Tentu tidaklah cukup bagi diri saya sendiri untuk menuangkan segala hal yang terjadi dalam sebuah tulisan singkat ini. Singkat karena tidak akan pernah bisa mewakilkan setiap rasa yang terkandung dalam setiap momen yang ada. Biarkan lah sembilan hari milik kita tetap menjadi milik kita dan bungkuslah rapi selalu dalam benak agar suatu saat nanti, disaat kita saling merindukan, kita dapat mengenangnya kembali. Sembilan hari kita bukanlah sekadar sembilan hari, saya yakin lebih dari itu.
Saat ini kita berpencar untuk mewujudkan mimpi masing-masing. Seperti kata-kata yang sering kita dengarkan, “Setiap pertemuan selalu ada perpisahan”. Boleh jadi pula pertemuan tiga hari kita di Jakarta, November 2013 saat itu menjadi perpisahan fisik bagi kita, tapi tidak untuk batin kita. Tetaplah mengingat hari-hari kita sebagai pertemuan yang perlu disyukuri bahkan saat kita tua nanti, ketika kita kembali merindukan satu sama lainnya, di hari jadi kesekian kita nantinya.
Pelopor Madya Penataan Ruang bolehlah tinggal tergeletak sebagai nama sejarah bagi mereka, tapi tidak untuk kita.
Selamat hari jadi ketiga kita, sahabat-sahabatku, Pelopor Madya Penataan Ruang 2013. Jarak bolehlah memisahkan fisik kita, tapi cerita dan pengalaman kita akan selalu menyatukan kita, bahwa 68 sahabatku, kita pernah menjadi satu, satu angkatan Pelopor Madya Penataan Ruang. Tetaplah memiliki harapan agar suatu saat nanti kita dapat kembali dipertemukan dari daerah masing-masing, di rumah yang selalu kita rindukan, di Werdhapura.
Pelajar Indonesia? Bersama menata ruang untuk semua! Ruang apa? Ruang darat, laut, udara, dan dalam bumi! Untuk apa? Agar aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan!

Semoga teman-teman disehatkan hingga kita berjumpa lagi suatu saat nanti. Harus fullteam ya!
26/06/2016.
Dari sahabat taru-mu, Pelopor Kal-Sel 2013.
Muhammad Rizki Rayani Ramadani