Semua bisa terbang.

Rizky Ambarini
Sep 8, 2018 · 3 min read

Cerita ini berasal dari beberapa kisah yg orang alami -walau bukan aku- tapi ini cukup menjadi perwakilan dari jeritan.

Markimul; Mari kita mulai.

Berawal dari kisah “seseorang” (maaf aku lupa namanya siapa) memilih salah satu pesawat komersil di Indonesia untuk membantunya dalam suatu kegiatan. Bukan, bukan dia yg ingin menjadi penumpang, tapi kedua orangtuanya. Kondisinya si “seseorang” ini adalah mahasiswa yang ingin di wisuda dan akan mengundang kedua orangtuanya untuk menghadiri acara wisuda nya. Waah siapa sih yang ga nangis bahagia kalau melihat anaknya beres kuliah, ye ga?

Sampai lah si “seseorang” ini memesan dua tiket untuk dua orang, terbang dari Makassar ke Yogyakarta (dan kejawab sudah si “seseorang” ini berkuliah di provinsi apa).

Kedua orangtuanya ini cukup gaptek dalam masalah teknologi, maka dari itu si “seseorang” ini meminta bantuan kepada teman lama nya untuk menemani kedua orangtuanya pergi ke bandara. Alamak, perjalanan dari rumah mereka ke bandara pun memakan hampir tiga jam, dan tidak ada Tol, tidak ada Rest Area, jalanan cukup berpasir.

Dengan bekal bahagia, orangtua ini dengan mantap pergi ke bandara dan membawa tiket yang telah dipesan. Dengan seperintilan yang amat susah (mengecek barang, laptop, bagasi, dll), dan sampailah ke konter untuk mengklaim tiket.

Disinilah juicy part nya.

Ot: “mba saya mau naik pesawat”

Mb: “ohya silahkan dibantu KTP dan tiketnya ya pak"

Ot: *merogoh kocek lusuh*

Mb: *mengecek* *cukup lama*

Mb: “maaf pak, tiket yang Anda klaim sudah di batalkan.”

Ot: “maksudnya mba?”

Mb: “iya tiket nya bapa sudah dibatalkan dan tiket ini sudah tidak berlaku lagi. Terimakasih".


Seketika hening.


Ya, sudah ketebak kan cerita selanjutnya apa. Yang pasti geram, ga jelas, kenapa info mendadak, dan si “seseorang” gabisa berbuat apa apa. Padahal, si “seseorang” sudah sangat memesan jauh jauh hari dengan menggunakan aplikasi yang cukup terpercaya. Dan pas eksekusi? Waduh!

Ternyata setelah di kroscek, tiket yang dibatalkan bukan dari aplikasi nya, bukan orang lain yang meng hack akun aplikasi pemesan tiket, namun oranglain yang bernama “Lisa".

Ha?

Iya, dia membatalkan tiket itu tanpa sepengetahuan si “seseorang” ini, padahal sebelumnya kejadian aman aman saja. Hey, siapa Lisa?!

Pembatalan tiket secara sepihak memang hal yang mengecewakan dan membingungkan bagi para penumpang, apalagi kita yang telah memercayai maskapai tsb untuk membantu kita dalam ‘mendekatkan yang jauh’.

Si maskapai hanya tinggal diam. Tidak ingin tahu menahu apa yanh akan terjadi selanjutnya. Padahal mereka tidak tahu perjuanh si orangtua bagaimana dan si “seseorang” ini. Fiuh~


Kejadian ini tidak hanya sekali, sudah dua kali hal yang sama menimpa di pesawat komersil yang sama. Namun berbeda kedok yang disampaikan.


(ntar yak kita sambung lagi, mau makan mih dulu hihi)


Oke kita sambung~


Kisah selanjutnya ini barusan kejadian, si bapak yang ingin berangkat dari kota nya ke kota lain. Dengan menggunakan maskapai penerbangan yang sama -terlepas dari kejadian sebelumnya, si bapak belum mengira bahwa maskapai ini memang “nakal”-

Dengan perintilan yang cukup panjang, akhirnya sampai ke konter tiket. Tapi, si mba loket nya berdalih bahwa si bapak tidak bisa naik dikarenakam bapak adalah penumpang ke 190. Menurut si mba konter, pesawat hanya bisa menaikkan penumpang yang berjumlah ganjil.

Padahal jika dilihat, kursi pesawat tsb jikalau dihitung akan selalu berjumlah genap (ada tiga kursi dan terbagi menjadi dua sisi kiri dan kanan).


Oh my god.


Kenakalan dan keanehan yang terjadi setelah kita lihat kedua peristiwa diatas bukan hal yang bisa dimaklumin, soalnya kita sudah berbicara bagaimana kita memercayai keselamatan kita kepada orang lain. Hanya dengan membayar sejumlah uang kepada mereka sudah membuktikan bahwa kita memang memercayai mereka. Dengan tagline penerbangan bertarif murah bukan berarti nyawa penumpang taruhannya, kan?

    Rizky Ambarini

    Written by

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade