Karung sampah

Rizky Septiawan
Aug 28, 2017 · 1 min read

Di teras, di sebelah karung-karung sampah Tini bersandar. Menghela nafas penuh setelah pekerjaan menguras separuh harinya. “Sudah biasa” ujar tubuhnya. Kulitnya yang hitam telah lama menikah dengan terik matahari. Keringatnya sudah tak sederas dulu. Lewat sepuluh tahun ia memulung. Jelas bukan pekerjaan yang ia harapkan atau orang tuanya inginkan. Tak perlu passion baginya untuk bekerja keras, cukup dengan ikhlas. Buktinya dua karung dia berhasil kumpulkan hari ini.

Ia tak cinta pekerjaannya, yang ia cintai adalah kedua putranya. Tidak seperti ibu-ibu biasanya ia tak ingin anaknya berpuasa lagi esok hari. Bukan bangga, melainkan siksa yang dirasa ketika putranya menyantap hidangan berbuka. “gapapa mak, ini bisa sekalian sahur kok hehe” kata Ucil sambil melahap ceker pedas kesukaannya. Ribuan kali Tini disobek seperti ini, tetap saja ia tak hilang rasa. Tini tersenyum lalu mencubit pahanya sendiri, ini triknya untuk membendung air di kelopak mata. Di tempat tinggal satu ruang ini tidak ada opsi lain untuk bersembunyi. Tini berdoa agar Tuhan meningkatkan kemampuannya bermain peran. Oh, petak umpet tak pernah sekejam ini.

Malam datang tidak lebih gelap dari masa depan keluarga Tini. Hatinya gundah. Pekerjaannya bergantung sampah. Sedangkan anak-anaknya putus sekolah. Namun setidaknya ucil sudah bisa membaca. Jadi ia bisa mengajarkan adiknya nanti. Cuma itu, selainnya pasrah. Tini berdoa agar mukenanya selalu suci dan kering. Agar ia tak putus ibadah.

Bagaimana lagi? Karena yang ia kenal hanyalah Tuhan. Suaminya telah meninggal, saudara-saudaranya tidak mengakuinya. Kemana lagi ia harus minta tolong? Oh iya, Tini juga mengenal beberapa mahasiswa setelah memungut sampah dari jurusan ke jurusan.

Tapi mereka bisa apa?


Surabaya 28 agustus 2017

)

    Rizky Septiawan

    Written by

    Celah roti lapismu

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade