Tentang jarak

Rizky Septiawan
Aug 25, 2017 · 2 min read

Sudah lewat sebulan kita saling menyetujui. Bertemu secara intens mengetahui hal besar akan terjadi. Sengaja menggali perasaan agar terjebak lebih dalam. Tak apa, asal aku bersamamu.

Baru lewat sebulan aku mengenalmu. Mencari ceritamu, menceritakan ceritaku, membuat cerita kita. Sungguh aku berusaha sekuatku. Cuma lewat sebulan. Tak apa, aku syukuri saja.

Kini engkau pergi belajar ke negri ginseng. Entah kenapa, padahal bisa saja aku menanam ginseng di halaman kontrakanku lalu menunggunya tumbuh selagi kau belajar bersamaku. Tapi itu keputusanmu, aku sepenuhnya mendukung itu. Aku suka engkau berkembang dengan caramu. Semoga banyak hal baik yang kau bawa pulang januari nanti.

Merangkai romantika denganmu tak akan ada habisnya. Kau jatuhkanku mendadak lalu menangkapku selagi utuh. Kau menakjubkan dengan pesona personal yang kau miliki. Bahkan aku takkan bisa melupakan sepasang mata yang menghanyutkanku di gedung olahraga itu. Sangat beruntung aku saat engkau mau menyetujuiku dan mewujudkan asaku. Kau potong keangkuhanku dan biasakan aku akan hal baik. Sangat cepat rasa sayang ini kau tandurkan. Tidak seperti sebelumnya aku tidak bermain peran kali ini. Pengalaman ini nyata, begitu juga perasaan ini. Entah, apakah ini terlalu cepat? Aku hanya ingin menghadiahkanmu untuk anak-anakku kelak.

“Berikanlah aku jarak, percayalah aku akan merindukanmu di setiap kilometernya”

Aku belajar mengenai jarak sedari sd. Besaran fisis yang akan kugunakan hingga mata kuliah semester akhir dan keprofesianku berikutnya. Namun kini kau rancukan lagi, kau ajarkan aku merasakan jarak secara emosional. Membuatku belajar bahwa sejauh jauhnya jarak secara fisika tidak membuat kita lebih jauh dari 20 sentimeter. Ah kau buatku berpikir lagi.

Sudahlah, jangan terlalu kejam dengan tidak mengabariku. Bisa apa aku kalau sudah begitu? Percayalah disini aku menunggumu kembali.

Karena seperti ini:

Hukumnya aku mencintaimu

Hipotesanya kita saling mencintai

Sekedar konsep tidak akan menyelamatkanku. Bantulah aku membuktikannya. Aku ingin membuat laut cina menyesali perbuatannya.


Surabaya, 25 agustus 2017

)

Rizky Septiawan

Written by

Celah roti lapismu

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade