Membaca Saksi Mata dan Dunia Sukab

Liburan saya selama dan selepas lebaran adalah membaca buku-buku.
di antaranya adalah buku Seno Gumira Ajidarma.

saya beruntung sempat membaca karya Seno Gumira Ajidarma (SGA) yaitu Saksi Mata dan Dunia Sukab.
Di dua buku fenomenalnya ini membuat saya senyum-senyum-berpikir ketika membacanya. Bagaimana tidak, SGA sangat lihai melihat sesuatu yang dalam kehidupan sehari-hari terlihat salah (korupsi misalnya) dijadikan bahan cerita yang lucu, satir dan memiliki nilai moral tersirat di dalamnya tentu dengan gaya imaji dan ide-ide fantastis beliau yang kadang di luar nalar kita. Inilah yang membuat kisah-kisah cerpen SGA menjadi sangat berbeda dan memiliki cita rasa lain, yang barangkali menjadi panutan para cerpenis lain yang gaya penulisannya menurut saya hampir mirip SGA.

Di beberapa cerpen SGA sangat ampuh memberikan impresi pembuka dalam tulisan-tulisannya dan di beberapa lain kadang akhir cerita membuat kita ingin menyelam lebih dalam atas kemenarikan logis dan makna menyentil dari tulisannya.

Dalam cerpen, saksi mata misalnya ia membuka dengan kalimat "saksi mata itu datang tanpa mata" kalimat yang membuat kita mengernyitkan dahi tapi juga membuat kita penasaran untuk melanjutkan membacanya.

Sementara dalam Dunia Sukab, ia juga menunjukkan kemahirannya lagi namun dalam hal ini khususnya ide-ide liar dalam cerita. Penjual khuldi, preman wanita, pesilat, koruptor dengan kisah-kisah yang dijamin belum pernah terpikir akan berakhir seperti apa.

Terakhir saya kira SGA memang seorang penulis memiliki wawasan yang luas dan dalam sekali mulai dari ilmu budaya, politik, science, serta sejarah. Anda akan temukan ketika membaca cerpen-cerpennya.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Rizky Triputra’s story.