Yang Saya Dapati di Soko, Bagelen, Purworejo

Saya tahu dan sadar bahwa saya tidak tumbuh dan dibesarkan di desa ini. Tapi suasana dan atmosfer tempatnya selalu membuat saya terikat ke dalam diri saya.

Saya bisa dapati; bau tanah, petrichor, cahaya yang mengintip dari pohon kelapa dan semak, bau rumput, kersik serangga, bau lembap yang khas, bau blarak, bau dapur, kabut pagi, kesenyapan, lalu lintas yang sepi kendaraan, keramahan warga, wedang jahe susu angkringan dekat balai desa, jalan setapak menanjak dan menurun, bau melati, bau nisan yang telah dimakan waktu di makam kuncen yang teduh, pohon nagasari, keguyuban sewaktu menonton Jaran Kepang dan wayang, bubur seharga 400 rupiah. Ah Soko.

Entah mengapa bisa menjadi ketenangan bagi hati saya yang telah tercemar polusi gaya serba cepat dan instan Jakarta. Di Soko, saya merasa alunan hari begitu dapat dinikmati oleh tubuh dan pikiran.

Soko, terima kasih saya merasa beruntung sempat mengenalmu dan suatu saat saya akan kembali lagi, semoga.