Memulai Project Ionic di Windows

Haloo. Saya Rizqy dan ini tulisan pertama saya di Medium. :)

Saya mau share sedikit bagaimana saya memulai proyek Ionic di Windows. Jujur ini juga pertama kalinya saya nyoba Ionic Framework karena “terpaksa” tugas salah satu mata kuliah untuk buat app. Sebenernya mata kuliah IMK, tapi dibebaskan mau buat aplikasi apa, untuk platform apa, dan dengan bahasa apa. Jadilah tim saya putuskan untuk membuat app berbasis ionic.

Dengan langkah-langkah ini, alhamdulillah pengembangan berjalan lancar. Awalnya saya coba pakai Ionic Lab. Awalnya saya kira full drag-n-drop, ternyata bisa dibilang itu cuma versi-enak-dipandangnya dari ionic console: build, run, serve, create project, etc. Dan kurang tau kenapa, pertama coba build/run malah error. :|

Jadilah saya coba pakai full console dan browsing sana-sini. Kurang lebih begini:

Babun

Babun memberi kita terminal rasa linux di Windows. Ini opsional sih, cuma karena biasa di lingkungan linux, tool ini sangat membantu. Selain itu juga terdapat beberapa tools favorit (mungkin) kita: zsh, oh-my-zsh, git, ssh, etc.

Download Babun

JDK

Nah karena kita akan membuat Android app, maka install JDK hukumnya wajib. Terserah mau pakai versi 7 atau 8, saya sendiri masih di versi 7 dan aman. ”Jadi kita teteup ngoding Java nanti?” Tenang om, untuk app sederhana kita ngga perlu nulis Java kok. :)

Download JDK

Apache Ant

Ant juga wajib untuk build Android app. Singkatnya Ant adalah sebuah build tool. Lengkapnya silakan dibaca di situsnya karena saya juga belum terlalu paham. :)

Jangan lupa untuk menambahkan folder Ant ke variabel PATH sistem.

Download Apache Ant

Android SDK

Namanya mau bikin Android app, sudah pasti kita juga butuh SDK-nya. Untuk versi yang sekarang, jangan lupa install untuk API 22. Tenang aja, walaupun diharuskan install versi 22, app kita tetap bisa jalan di Android dengan versi minimal 16.

Saya menggunakan yang SDK Tools Only. Kalau mau sekalian install Android Studio juga boleh.

Download Android SDK

Node.js

Karena pada dasarnya Ionic dibuat dengan javascript, maka kita juga butuh Node.js. Node.js ini nanti digunakan untuk menjalankan perintah-perintah Ionic seperti SCSS compiling, serve app untuk testing, generate icon resources, dan buanyak lainnya. Saat tulisan ini ditulis versi stabilnya masih 4.*.*

Download NodeJS

Apache Cordova

Dari webnya:

Apache Cordova is an open-source mobile development framework. It allows you to use standard web technologies such as HTML5, CSS3, and JavaScript for cross-platform development, avoiding each mobile platforms’ native development language.

Jadi dengan Cordova, kita dapat membuat aplikasi mobile dengan teknologi web seperti HTML/CSS/JS. Satu kode untuk semua mobile OS. Lebih lengkapnya dapat dilihat di website Cordova. Install Cordova melalui CLI dengan:

$ npm install -g cordova

Ionic

Yuhuu! Dan saatnya kita install Ionic. Caranya sama dengan kita menginstall Cordova sebelumnya melalui CLI:

$ npm install -g cordova

Horee! Sekarang sudah siap untuk membuat aplikasi Ionic pertama. Untuk awalan kita bisa mengikuti Getting Started-nya dari web Ionic. Atau mencoba dari tutorial seperti di Thinkster.

Selamat bereksperimen! :)