#HackGOV 2015
Hackathon with Government
Bantu-bantu pemerintah dengan IT
Seminggu’an setelah pulang dari Hackathon Merdeka 2.0, sekelebatan aku liat ada ‘iklan’ HackGOV seliweran di-timeline FB. Lupa sapa yang share waktu itu. Seingetku sih, salah satu panitia Hackathon Merdeka pelakunya.
Didorong oleh keinginan luhur.. Haha.. Lebay.
Didorong keinginan memperbanyak pengalaman, kami sepakat untuk mendaftar di event ini. Kali ini, kami dengan berat badan — eh, hati — mengijinkan Elfas untuk konsen ke skripsi. Ya wes lah, cari anggota baru. Ketemu: Dimitri.
Waktu ikut lomba ini, si Dimitri ini baru semester 2. Tapi jangan tanya soal skill. Secara kami juga gak mungkin main-main saat pilih anggota tim untuk ikutan lomba selevel Hackathon.
Baca-punya-baca, HackGOV ini diadakan di Kota Pelajar: Yogyakarta!
Plan A: Naik pesawat ke Yogya. Alasan: Cepet, Nyaman. Terlaksana? BIG NO. Berat dikantong. Jelas.
Plan B: Naik kereta (bisnis). Murmer. Disadvantage? Lama di jalan. Pegel.
Plan C: Plan A + Plan B = Cari yang cepet, nyaman, murmer = Kereta Eksekutif!

H-1
Technical Meeting. Kami telat…
Sebenernya sebelum TM sore hari, ada seminar dulu pagi harinya. Tapi berhubung kami baru nyampe TKP (kota Yogya) siang hari, otomatis kagak bisa ikutan seminar.
Dalam TM ini dibahas beberapa hal:
- “Pamer otot”-nya para pemenang events lomba / Hackathon sejenis
- Penjelasan lanjut konsep lomba + rundown acara
- Lebih dalam tentang bahan baku lomba: data-data yang boleh digunakan

Kelar TM, kami pengen segera cari taksi untuk cuss ke hotel. Kebelet tidur? No, no.. Kami harus segera brainstorming menentukan strategi berlomba besok.
Duh, kami lupa. Ini kampus, UGM ini, luasnya puluhan kali kampus tercinta. Sialnya, lokasi TM kami cukup jauh dari gerbang masuk UGM. Jalan deh ke gerbang…
Liat kanan-kiri… eh, ada Hotel bok!
Kirain hotel cuma buat latihan hospitality-nya anak perhotelan, ternyata hotel beneran. Buat nginep. Untuk umum. Kualitas & Harga? Aje gilee… 11–12 sama hotel bintang 3!

Sampe juga akhirnya di gerbang masuk. Ok, kami langsung… Eksis! :D

Masih H-1. Malem harinya…
Mumpung ada di kampung orang. Manfaatin buat my trip my adventure Hehe.. Ba’da Maghrib kami keluar dari Guest House. Walo kecil (namanya juga guest house), tapi letaknya strategis ditengah kota. Jalan dikit ke kanan: jajaran hotel-hotel dan convenience stores. Jalan dikit ke kiri: jajaran cafe-cafe dan angkringan. Nyebrang jalan? Satu gedung gede Cinema XXI ngawe-ngawe dari jauh.
Dana cekak. Tujuan awal juga mau brainstorming. Awalnya mau pilih CK ato Indomaret Point. Ga ada... Pilih nongkrong di bioskop — ada cafe-nya di dalemnya — tapi mehong. Yasud, cafe pinggir jalan ala mahasiswa aja: Shiro. Namanya mirip sama doggy peliharaannya Sinchan. Ini cafe serba susu. Hampir semua jenis dan olahan susu — kecuali supra (susu perawan :v) — ada di sini. Panas ataupun dingin. Nilai plus? Ada wifi-nya. Kenceng!

Hari H
Hari pertama lomba…
Acara dijadwalkan mulai jam 8 pagi. Kami logout dari guest house jam 7-an. Jam 8 tet, kami uda nyampe di Eastpac Hotel. Penginapan mewah ini ada di pusat kota Jogja. Cuma beberapa ratus meter dari Mall-Mall gede ala Yogya.
Mumpung nunggu registrasi ulang yang mengular: Eksis lagi…


Arena Lomba — The Ballroom
Luas. Nyaman…
Hotel yang OK, pasti punya aula yang juga pasti OK. Sejauh ini, aula hotel ini tempat ternyaman yang aku tempati untuk lomba sejenis. Ruangan luas banget, karpet empuk, lightning berkesan mewah, dan wifi yang lumayan kenceng (awal-awal). Kenyamanan ini udah diatas rata-rata untuk ukuran lomba Hackathon tingkat universitas.

Hari yang Sama. Malam Hari
The code warriors start to collapse…
Jam 23:00-an. Banyak yang masih kuat melek. Tapi lebih banyak lagi yang memilih untuk beristirahat. Gelas-gelas kopi di sebelah laptop udah gak mampu lagi menahan kantuk para pejuang Hackathon ini.



Tengah malam lewat dikit. Aplikasi yang kami buat selesai. Yup, kami selesaikan sebelum batas waktu yang diberikan panitia: besok jam 8 pagi. Jadi kami manfaatkan sisa waktu malam yang masih panjang ini dengan tidur ala kadarnya di karpet aula yang empuk banget.

H+1. Keesokan Harinya
Penilaian. Penjurian…
Sekiranya ada yang penasaran sama konsumsi kami sepanjang lomba, ini kami iming-iming beberapa. Hehe…
Makanan berat kami aneka rupa. Semua prasmanan. Dimasak oleh koki hotel berbintang yang soal rasa — uda gak usah ditanya — pasti enak.
Sedikit dari yang bisa aku ingat: Nasgor, Fuyunghay, Capcay, Aneka mie, Aneka olahan ayam dan sapi, Fillet ikan goreng tepung, Lodeh, etc.
Minuman? Susu murni fat free, Kopi panas, Teh panas, Infusion lemon & strawberry water, Air mineral dingin, Jus jambu merah, Air sari kacang ijo, etc.

Dari jejeran snack ada macem-macem Donat aneka topping, Roti isi daging dan Roti manis ala Perancis, Keripik kentang, Lemper, Putu, Lapis legit, Aneka permen, etc.

Jadi… Gimana hasil lombanya?
Pas dikunjungi panitia (atau juri ya?) asal Korea, kami jelaskan sekilas, kami langsung dapat acungan jempol. Yeah!
Pas dikunjungi panitia senior (yang ini yakin panitia dari kaosnya), aplikasi yang kami buat langsung difoto. Mau dipamerin ke temen-temennya kayaknya. Yeah (2)!
Tapi…
Pas pengumuman hasil penjurian: Kami belum beruntung. Hahaha… Ya sudah. Masih banyak yang bisa disyukuri. Alhamdulillah bisa diberi kesempatan lolos seleksi awal dari +300 pendaftar. Alhamdulillah bisa traveling gratis ke Yogya. Alhamdulillah bisa makanan ala hotel berbintang sepuasnya gretongan.
Jadwal Kereta Pulang Jam 24:00
Sekarang masih 17:00…
Kelar acara — sesuai planning — selagi nunggu jadwal kereta tengah malam yang masih lama, kami melancong tipis-tipis ke sekitaran Malioboro (tapi gak sampe masuk) dan Alun-alun Kota yang hampir selesai renovasinya.
Maghrib s/d Isya’ kami habiskan di Mesjid Gede Kauman yang unik dan terkenal itu. Kesan awal gaya bangunan kontemporer Kejawen kental di sini. Tapi aura Islamnya lebih kuat. Kelar Maghrib, pengajian dimulai. Ada nderes Al-Qur’an di sisi luar, Ceramah kultum di sisi dalam, Ngaji kitab hadist di sisi luar lainnya.
Kami ikut yang mana?
Ahh.. Kantuk menyerang menurunkan iman :D

Jam 22:00-an kami tiba di stasiun, padahal kereta datang 2 jam lagi. Ngapain terus? Teman-teman ada yang nyemil, ada yang thawaf di stasiun. Saya? Tidur lagi… :D
Heaa… Keretanya telat. Kami baru beranjak dari Stasiun Tugu Yogya jam 1 dini hari.
Pagi dini hari. Dinginnya udara malam distasiun masih belum seberapa ketimbang dinginnya AC yang disetel ke suhu paling minim. Cuek. Tidur lagi.

Oh iyo mumpung belum lupa.. Aplikasi yang kami buat di lomb ini adalah MEITA (klik untuk penjelasan lebih lanjut).