Melihat Interaksi dan Pesan yang Diusung Pendukung Khilafah

Luthfi Rahman
Jan 23 · 2 min read

Khilafah hingga akhir ini menjadi musuh bersama bagi NKRI. Para pendukungnya terus berupaya untuk menegakkan ideologi ini di Indonesia yang majemuk. Tulisan ini dibuat atas keingin-tahuan saya atas aktifitas kelompok ini di media sosial. Media sosial yang dipilih adalah Twitter. Twitter dipilih karena kemudahan dalam akses datanya. Platform yang saya gunakan adalah platform media kernel drone emprit. Drone emprit memberi akses kepada anggotanya untuk mendapatkan dan menggunakan data yang berhasil digali.

Data twit yang diambil adalah 2 bulan terakhir twit yang menggunakan tagar #khilafahajaranislam. Jumlah keseluruhan twit yang berhasil ditambang adalah 107.983 twit. Tagar ini pada tanggal 27 Desember 2019 mencapai 79.891. Jika diperhatikan, angka tersebut menyumbang 75% dari keseluruhan twit yang berhasil dicuitkan. Terjadi penggerakan pengguna yang cukup siginifikan. Interaction rate juga tercatat hanya 1,24. Nilai ini menunjukkan rendahnya interaksi di dalam kelompok. Bisa diasumsikan bahwa tujuan dinaikkannya tagar ini hanya untuk menunjukkan kekuatan kelompok.

Selain menaikkan tagar #khilafahajaranislam, kelompok ini juga sekaligus menaikkan tagar #berkahdengansyariahkaffah. Tagar kedua ternyata memiliki jumlah cuitan yang lebih banyak. Dari data tangkapan DE (Drone Emprit), tagar yang dinaikkan juga cukup banyak. Namun terlihat dua tagar tersebutlah yang mendominasi.

Isi pesan secara umum dari kelompok ini bisa dilihat dari wordcloud yang terbentuk. Kata-kata yang sering dicuitkan akan masuk ke daftar wordcloud. Jika dilihat dari daftar wordcloud tersebut didominasi dengan istilah dalam Islam — seperti khilafah,kaffah,aswaja,syariah- dan beberapa kata seperti bangkit, kejayaan, resolusi, dll. Dari daftar wordcloud dapat disimpulkan bahwa kelompok ini masih meromantisasi kejayaan khilafah di jaman terdahulu. Kata kejayaan, konstatinopel merujuk pada penaklukan konstatinopel yang dilakukan oleh khilafah utsmani pada jaman terdahulu.

More From Medium

Also tagged Social Network Analysis

Also tagged Social Network Analysis

Also tagged Social Network Analysis

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade