Kalender dalam Sejarah

Wood Perpetual Calender

Podcast Review kali ini akan bercerita mengenai sejarah kalender. Ya, kalender yang sering kita gunakan untuk mengukur satuan waktu, untuk menandai beberapa hari penting, menghitung usia, menyepakati janji mungkin. Sangat banyak manfaat akan kalender hingga kini.

Sebulan sangat sulit untuk dijadikan unit pengukuran. Pada setiap bulannya bisa di mulai dengan hari apapun, dengan hari antara 28 sampai 31, dan terkadang dalam satu bulan terjadi 4, 5 atau bahkan hingga 6 minggu. Setiap tahunnya setiap orang akan memperbaharui kalender (mungkin membelinya). Terdengar cukup aneh desain perhitungan sebuah kalender.

Kalender yang digunakan dunia saat ini sebagian besar merupakan kombinasi dari kalender lunar (bulan) Romawi dan kalender matahari Mesir, sebuah produk dari hubungan asmara antara Caesar dan Cleopatra. Cleopatra berusia 21 tahun dan Caesar berusia 52 tahun, dan saat mereka bersama, mereka melakukan apa yang kekasih lakukan: diskusikan sifat alami rotasi (perputaran) bumi.

Bangsa Mesir telah menemukan perhitungan satu tahun kira-kira 365 hari karena sungai nil. Mereka memiliki sebuah benda yang disebut nilometer yang mereka masukan kedalam sungai nil untuk memprediksi musimnya, berkas kecenderungan naik pada ketinggian yang sama pada hari yang hampir sama di tiap tahunnya.

Namun bangsa mesir juga mengetahui bahwa satu tahun itu tidak selalu tepat 365 hari, untuk itu mereka menemukan satu hari tambahan pada empat tahun sekali, yang di beri nama tahun kabisat.

Bagi Caesar Julius ini merupakan berita yang menarik, karena baginya kelender romawi tidak tepat. Pada saat itu kalender romawi yang berdasarkan fase perputaran bulan hanya berisi 354 hari.

Pada kalender julian yang menambahkan sebelas hari yang hilang dan membuat sebuah lompatan pada bulan februari yang melambangkan tahun kabisat, lalu di resmikan pada seluruh kekaisaran romawi. Meski demikian, kalender Julian sekitar 11 menit dan 14 detik setiap tahunnya. Menit-menit ini menambah hari-hari yang hilang dan kemudian seluruh minggu yang hilang.

Pada tahun 1582, Paus Gregorius menyadari bahwa setiap orang menyembah semua hari suci pada tanggal yang salah dari kejadian semula. Dia membuat beberapa penyesuaian untuk menyesuaikan kembali tahun dengan musim (termasuk kehilangan sepuluh hari), dan menciptakan kalender Gregorian..

Sekarang kita pada dasarnya hidup dengan kalender Gregorian dan tidak mempertanyakannya. Namun, sepanjang sejarah ada sejumlah upaya untuk mendesain ulang kalender.

Salah satu desain ulang kalender terjadi setelah adanya revolusi perancis, dan kalender versi ini hanya bertahan hinggga Napoleon di nobatkan sebagai kaisar. Pada tahun 1849, Seorang perancis lainya August Comte. Ada Moses Cotsworth, lalu Goerge Eastman (pendiri Kodak).

Liga Bangsa-Bangsa terus membahas perancangan ulang kalender, namun mereka tidak bisa mencapai konsensus. Dan kemudian, Hitler dan Perang Dunia II membuat proyek mendesain ulang kalender secara menyeluruh tidak penting. Dan kemudian, Liga Bangsa-Bangsa ditutup.

Podcast by 99% Invisible tittled The Calendar