Tiga Pangkat Tiga #27 (Final) : Terima Kasih
Setiap tahun, jelang tanggal kelahiran, saya membiasakan menulis refleksi tentang apa yang menarik dan berkesan selama setahun ke belakang. Saya tidak pernah merayakan ulang tahun entah dengan pengkhususan atau disebut milad, bagi saya makna terbesar dari hari lahir saya adalah berubahnya jawaban ketika ditanya umur berapa, yang kini akan dijawab dengan dua tujuh. Walaupun tanggapannya akan seriusan dua tujuh, karena muka saya yang visioner. Namun yang lebih penting adalah ketika jawabannya berubah harusnya diikuti dengan pola pikir dan tingkah laku yang berubah, sehingga ada kedewasaan yang nampak, walaupun dewasa bukan tentang usia tapi tentang sikap kita.
Di tulisan tahunan biasanya saya akan menuliskan momentum dan orang yang berperan, bahkan saya mention via sosial media saya. Kali ini berbeda, terima kasih pertama saya ucapkan pada seseorang yang memalingkan saya dari sosial media, seseorang yang percaya dan menjadi salah satu pendorong saya untuk berubah lebih baik, perkenalan saya tepat setahun lalu sungguh membuat saya merasa ada pijakan batu selanjutnya.
Rasa terima kasih juga saya haturkan kepada seluruh teman saya yang tetap memilih berteman atas segala sikap buruk saya. Yang memilih bertahan saat kondisi makin buruk dan saat semua janji tak kunjung terealisasi. Yang masih memberikan senyuman semangat di kala yang lain sudah mencoba mengingatkan betapa naifnya saya. Yang tetap mendengarkan dan menghibur dengan selalu menampilkan wajah terhibur. Yang mengenal keburukan saya tapi justru memilih menerimanya. Yang rela mengambil perahu penuh petualangan ketimbang titanic yang penuh kemewahan. Yang rasa sayangnya terlihat dari sikap diamnya. Yang berpisah bukan karena tak lagi sayang tapi sebab alasan yang sama-sama paham.
Jelas terima kasih kepada Ibu Bapak saya dengan menyebut kebaikannya dalam cerita saya. Terkhusus kepada teman yang saya percaya dia tak akan marah karena saya kirimi link tiap malam, maaf mengganggu, maaf tidak ada tanda baca dan fialog yang lenih atraktif dan maaf podcast hanya sampai di tengah rentetan kisah karena keterbatasan perangkatTerima kasih yang sudah membaca, menikmati bahkan membenarkan narasinya, sungguh menyenangkan bisa berbagi rasa.
Ini adalah episode terakhir, namun tak berisi daftar pustaka, malah rasa terima kasih dan permohonan maaf sebesar-besarnya. Saya akan jadi pria dua puluh tujuh tahun yang terus mencoba untuk lebih baik dari sebelumnya dan berusaha bahagia dan membahagiakan sesama.
Saya tutup dengan pantun,
Tiga Pangkat Tiga Dua Puluh Tujuh
Tua dan Dewasa Beda di Tumbuh
Menyenangkan bisa menggenapi 27 cerita dalam 27 hari saat saya 27 tahun.
