Catatan-catatan yang Datang Padaku di Hari Ini

Buat M.

Aku pernah merasa akan menemukan cinta pada suatu tatapan mata. Namun hari-hari berlalu dan waktu tetap saja bisu. Hariku-hariku kini adalah rindu. Tapi rindu ke pada siapa? Rindu ke pada apa? Aku tidak pernah benar-benar tahu. Hanya sekelebat hasrat semata. Yang datang saat malam menjelang, dan pamit saat pagi tiba. Tanpa ada tanda, tanpa kecupan perpisahan apa-apa. Hanya gelora di dada, yang menemaniku melalui mimpi-mimpiku yang beku. Di mana dirimu adalah bidadarinya, sekaligus juga ketakutan-ketakutannya. Aku tak pernah benar-benar tahu.

Aku pernah merasa akan menjadi cinta pada suatu pelukan mesra. Namun hanya kehampaan yang ada. Memelukku dengan isaknya. Kepadaku ia bercerita, tentang rindu-rindu manusia. Rindu-rindu itu palsu, katanya. Apakah dirimu dapat meredam gelora hasrat yang ada di dadaku, tanyaku. Bisa saja, namun kau manusia, dia berkata. Kau akan merindukan rindu itu. Matahari meninggi, merangkaki hari yang bisu. Sedangkan aku masih saja larut di dalam semu. Tanpa ada dirimu di sana. Dirimu yang dahulu adalah kata-kata cinta, namun kini hanya senyumanmu yang tersisa. Apakah masih ada pintumu yang terbuka? Bagiku, bagi mimpi-mimpiku, bagi geloraku yang bisu. Aku tidak akan lagi berkawan pura-pura dan tanda tanya. Segala sesuatunya akan aku selipkan di hatimu. Namun ke mana arah pandanganmu itu? Bukan ke hatiku.

Aku pernah merasa akan menjadi satu, denganmu. Dalam irama-irama yang hangat dan menggebu. Dalam detak-detik yang rapat dan laju. Dalam sentuhan-sentuhan lekat dan desahan yang ragu. Namun ke mana arah kerlinganmu itu? Sudahlah. Sampai di sini saja. Semoga kau bahagia!