Kini Medium Kompatible Dengan Android Jelly Bean

Aku baru beberapa kali corat-coret di Medium, platform menulis online yang fokus pada “read & write”. Berdasarkan pengalamanku, menulis di Medium menyenangkan. Mungkin karena kesederhanaan yang ditawarkan mampu membuatku fokus pada tulisan saja, tidak yang lain.

Lain halnya pengalaman yang disuguhkan di tempat lain, misalnya teks editor di platform blog seperti Wordpress dan Blogspot yang terlalu penuh dengan alat-alat (tools) yang beberapa di antaranya sukar dimengerti. Ataupun aplikasi catatan semisal Evernote, Simplenote, dan Google Keep, yang meskipun menawarkan kenyamanan menulis yang memang baik namun memiliki satu kekurangan fatal; semuanya hanyalah aplikasi catatan. Mereka tidak memiliki alat publikasi yang memadai, meskipun mereka berusaha menutupinya dengan menyediakan pilihan untuk menerbitkan catatan melalui link yang akan disediakan. Tapi, siapa yang ingin? Hal tersebut sangat kurang fleksibel.

Lalu ada Tumblr. berbeda dari yang lainnya. Dia adalah platfrorm blog, berarti dia menyediakan publikasi yang baik, dan teks editor yang dia miliki sederhana dan nyaman, di sini dia memberikan pengalaman yang baik semisal aplikasi catatan. Namun ia tidak fokus pada kepenulisan, di sinilah kekurangannya.

Medium mengambil tempat di sini. Tumblr. adalah “surga” bagi pernak-pernik seni, termasuk sastra. Maka dari itu ia begitu ramai, meskipun keramaiannya adalah keramaian yang inspiratif. Namun tetap saja bagi para penulis, keramaian tersebut kadangkala terlampau riuh.

Sebagai penulis, aku ingin sebuah tempat yang hanya fokus pada aktiftias kepenulisan; membaca dan menulis, dan Medium menyediakan itu.

Hanya saja, meski menawarkan kefokusan dan kesederhanaan sebuah aplikasi catatan serta jangkauan publikasi sebuah blog, Medium masih menyimpan satu kekurangan yang kalau dilihat-lihat ternyata cukup signifikan; ketiadaan halaman pribadi dengan alamat web khusus sebagaimana yang kita dapatkan dari platform blog. Medium mengadopsi gaya twitter pada banyak segi tampilannya; di halaman linimasa maupun profil. Begitu juga alamat web yang kita dapatkan dari Medium adalah laman profil kita di Medium. Jadi alih-alih mendapatkan “rajiv.medium.com”, sebagaimana sebuah blog, kita mendapatkan “ medium.com/rajiv”, sebagaimana mikroblog (twitter).

Catatan ini aku tulis menggunakan aplikasi Medium untuk Android yang akhirnya tersedia untuk OS Android Jelly Bean sehingga Galaxy Ace-ku yang manis ini bisa mengunduhnya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.