Nurcholis Madjid Society (NCMS)

Tantangan #My500Words; Hari ke-11

Hari ini dan tiga hari ke depan aku akan berada di sini, di sebuah villa di kawasan puncak, Bogor. Namanya GG House. Kehadiranku di sini dalam rangka mengikuti rangkaian acara Workshop Muballigh Muda yang diadakan oleh Nurcholis Madjid Society (NCMS).

NCMS adalah suatu komunitas yang terdiri dari orang-orang yang ingin melestarikan ide dan gagasan Nurcholis Madjid atau kerap disapa Cak Nur, seorang pemikir Islam berkemajuan yang menawarkan wacana-wacana pembaharuan dalam bidang Keislaman dalam kaitannya dengan bangsa Indonesia, maupun masyarakat dunia pada umumnya. Misalnya dalam persoalan sistem tata negara modern, sikap terhadap ilmu pengetahuan, dan kontekstualisasi hukum-hukum Islam.

Sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), gagasan Cak Nur sudah cukup akrab denganku. Cak Nur adalah mantan ketua umum PB (Pengurus Besar) HMI yang juga seorang pemikir dan ideolog di dalam tubuh HMI. Dia merumuskan suatu formula ideologis yang di kemudian hari menjadi pedoman kader-kader HMI dalam memperjuangkan cita-cita HMI. Formula tersebut dikenal dengan nama Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP). NDP bagi kader HMI adalah panduan pemikiran dan juga sikap atas konsep-konsep dasar dalam teologi, sosial, dan ekonomi.

Ide dan gagasan Cak Nur kemudian selepasnya dari HMI mulai berkembang pesat dan diperbincangkan secara luas. Pro dan kontra timbul. Ide dan gagasan beliau dikritisi, didiskusikan, dan diperdebatkan. Banyak yang mendukung pemikiran beliau, namun tak sedikit pula yang menentang, mencela dan mencaci maki. Beberapa bahkan dengan tegas mengklaim bahwa pemikiran Cak Nur telah keluar dari Islam. Gaung dialektika tersebut masih terasa hingga kini.

NCMS adalah sekumpulan orang yang dengan yakin merasa bahwa ide dan gagasan Cak Nur adalah pembaharuan pemikiran yang layak mendapat tempat dalam mesin pembangunan umat Islam. Khususnya di Indonesia. Interaksiku dengan NCMS mulai sekitar setahun yang lalu ketika aku mulai rutin mengikuti Kajian Titik Temu (KTT), yang diadakan tiap dua bulan sekali. KTT aktif dalam membahas isu-isu keislaman dan kebangsaan terkini dengan kaitan yang bisa ditarik ke gagasan-gagasan Cak Nur. KTT merupakan program unggulan NCMS dalam upayanya menyebarluaskan gagasan-gagasan Cak Nur. Begitupun Workshop Muballigh Muda ini yang rutin diadakan setiap tahun. Workshop ini juga bertujuan mencetak para pendakwah, atau penyampai pesan keislaman (muballigh) yang soleh dan profesional.

Aku tidak aktif lagi di komisariat paska Rapat Anggota Komisariat (RAK) yang menjadi akhir dari masa kepengurusanku. Oleh karena itu aku rasa aku punya cukup banyak waktu untuk menekuni kegiatan-kegiatan seperti ini. Aku lebih suka dengan-dengan kajian-kajian pemikiran dibandingkan aktifitas lain, dan pemikiran Cak Nur adalah awal mula yang sangat menarik bagiku. Pemikiran beliau masih terasa segar dan masih sangat relevan dengan kondisi bangsa di era modern ini.

Aku berharap aku bisa memetik banyak kebijaksanaan dan pelajaran dari kegiatan ini. Aku juga berharap aku dapat mengasah pemikiranku dengan baik sehingga suatu saat, setelah pejalananku dalam mendalami ide dan gagasan pemikir-pemikir besar cukup jauh, aku dapat menemukan ide dan gagasan orisinalku sendiri. Ide dan gagasan yang akan membawa perubahan, yang akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakatku dan umatku. Baik dari segi sosio-kurtural maupun moral dan etika religius.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Ahmad D. Rajiv’s story.