Senyummu yang Ragu-ragu
Senyummu yang ragu-ragu menjadi penanda jumpa kita
Sinar matahari yang juga memancar ragu-ragu jatuh di ufuk sana
Aku tidak ingin mengajakmu memperbincangkan perbincangan orang lain
Hujan baru saja selesai turun dan aromanya yang manis melekat di tubuhmu
Aku ingin mengajakmu merangkai cerita cinta
Sebelum hari terlanjur tua
Hidupku tertatih-tatih akhir-akhir ini
Embun anggun yang menyapaku dengan sedih saban pagi
Udara yang aku rasa mencekik leherku
Dan langit yang selalu saja tampak suram
Hanya dirimu
Hanya dirimu yang menjadi mekar di tengah-tengah kehidupan yang gersang ini
Aku ingin membangun rumah di hatimu agar aku dapat berteduh dari deras airmataku
Dan kebersamaan kita mengubah waktu menjadi semu