Apa Tujuan Anda Kuliah?

Sumber: ui.ac.id

Sepanjang perjalanan ketika mengantar adik saya ke Universitas Indonesia untuk kuliah pagi jam 8, kami membahas apa tujuan ia kuliah.

Saya: “Buat apa adik kuliah, kalau ternyata bisa belajar sendiri di rumah?”

Adik: “Buat formalitas bang”

Mungkin ini jawaban yang dapat mewakili kebanyakan mahasiswa millennials di Indonesia. Mungkin ada yang berpikir kalau kuliah itu cuma mau ambil ijazah supaya dapat bekerja di perusahaan multinasional atau perusahaan terbaik. Mungkin ada yang berpikir kalau kuliah itu mempersiapkan diri untuk memasuki dunia sesungguhnya yaitu bekerja dengan cara berorganisasi, mengikuti kegiatan kepanitiaan, proyek sosial, lomba ataupun kompetisi. Mungkin ada yang yang tidak tahu apa tujuan ia kuliah, karena hanya ikut arus kehidupan setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) ya selanjutnya kuliah, setelah kuliah ialah kerja, setelah kerja berumah tangga, setelah itu selesai. Mungkin ada yang sangat tahu tujuan ia kuliah untuk mendekatkan diri kepada cita-cita yang selama ini dikejar yaitu menjadi dokter, polisi, presiden, guru, dosen, insinyur, lawyer, dan masih banyak lainnya termasuk menjadi orang sukses.

Buat teman-teman yang masih SMA maupun yang lagi kuliah, tulisan ini saya buat setelah saya menyelesaikan studi kuliah saya di Teknik Industri Universitas Indonesia dan saya adalah orang yang paling suka kuliah. Hampir dibawah 1% kalau diakumulasi saya absen disetiap perkuliahan sebanyak 154 sks yang saya ambil selama 8 semester. Saya aktif diberbagai organisasi dan kepanitiaan, saya menjuarai lomba tingkat internasional maupun nasional dan saya juga sering menyalurkan hobi semasa perkuliahan saya. Akademis saya puji Tuhan baik dengan meraih predikat cumlaude. Artinya saya disini hanya sharing pengalaman. Saya menulis tulisan ini berdasarkan pengalaman saya pribadi, artinya datanya ya data selama saya perkuliahan tentunya.

Pertanyaannya kenapa saya menyatakan diri saya sebagai orang yang paling suka kuliah? Karena yang paling pertama, saya tidak pernah mengeluh dalam hal perkuliahan. Saya sangat menikmatinya dan saya tahu apa yang saya kejar. Buat yang ingin baru kuliah, pastikan anda punya tujuan yang ingin diraih ketika kuliah daripada tidak ada sama sekali, karena tujuan itu yang akan mendorong anda untuk menggapai banyak hal diperkuliahan nanti. Buat yang penasaran tujuan saya kuliah, coba ikuti ilustrasi berikut:

Di zaman dahulu, masih banyak dukun atau orang pintar atau orang yang memiliki kelebihan. Contohnya, dukun beranak yang dipercayai masyarakat setempat dapat membantu proses persalinan masyarakat desa. Ada 2 kemungkinan seseorang bisa memiliki kelebihan yaitu pertama ialah karena bakat/karunia dari Tuhan yang kedua ialah karena terbiasa atau pengalaman. Artinya dukun memperoleh kelebihan bisa dari bakat/karunia dari Tuhan ataupun karena terbiasa atau pengalaman sehari-harinya. Asumsikan dukun yang memperoleh kelebihan dari Tuhan memang telah ditentukan hidupnya berujung sebagai dukun beranak (misalnya), dukun yang memperoleh kelebihan dari pengalaman atau kebiasaan sehari-hari yang sangat menarik untuk dibahas karena faktanya di dunia ini mayoritas manusia memperoleh kelebihan dari pengalaman atau kebiasaan sehari-hari disamping ia memiliki bakat/karunia dari Tuhan karena alamiah (artinya tidak bisa diubah-ubah). Kelebihan dari pengalaman dapat diubah-ubah sesuai keinginan kita sendiri.

Tapi, percaya atau tidak, proses untuk menjadi seorang dukun pun tidaklah mudah. Opung (kakek buyut) saya berumur lebih dari 100 tahun dan ia mendapat julukan dukun botol di kampungnya. Selama hidupnya ia terkenal sebagai dukun pencari benda hilang, mendatangkan hujan, dan menghilangkan dirinya pada penglihatan manusia. Untuk mendapatkan ilmu tersebut, ia selalu mengasah kemampuannya dengan menekuni suatu hal yang saya juga tidak tahu apa tujuannya (hanya almarhum yang tahu). Banyak botol-botol yang diisi oleh kaldu ayam olehnya dirumah almarhum dahulu (sekarang telah dibuang). Entah untuk apa almarhum menyimpan hal tersebut.

Yang mau saya katakan disini ialah mari analogikan dukun sebagai kita yang hendak menjadi orang yang ahli (sebagai tahap awal terhadap tujuan besar anda yaitu sukses, bahagia dan lain-lain). Untuk menjadi orang yang ahli dukun menekuni sesuatu dalam artian kita untuk menjadi orang yang ahli wajib atau harus menekuni sesuatu. Di zaman sekarang banyak cara untuk menekuni sesuatu salah satunya kuliah. Kuliah adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh sistem pendidikan untuk kita menekuni sesuatu hingga nantinya layak diberi gelar sarjana (kalau mengambil program S-1). Sama seperti opung saya, dukun menekuni sesuatu sangat serius dan tidak main-main terlihat dari semasa ia hidup, ia mengoleksi botol yang diisi oleh almarhum kaldu ayam yang selalu ia masak dan ganti kedalam botol tiap harinya. Sama halnya dengan kita yang menekuni sesuatu lewat fasilitas kuliah yaitu masuk kelas dan mendengarkan serta mengerjakan tugas tiap harinya dari dosen yang menjadi partner kita dalam menekuni sesuatu tersebut.

Ini yang menjadi dasar saya apa tujuan saya kuliah. Saya berkuliah dengan tujuan menekuni sesuatu yaitu bagaimana cara menambahkan suatu nilai lebih terhadap suatu objek. Hal ini yang selalu mendorong saya untuk selalu hadir di kelas untuk mengetahui pola pikir dosen yang menjadi partner saya menekuni hal tersebut. Saya merasa tidak cukup dengan belajar dari buku saja serta fasilitas lain seperti online course. Rasa tidak cukup ini yang selalu mendorong saya untuk mencari tahu cara dosen saya merekayasa sesuatu hingga saya terbiasa dengan pola-pola yang dilakukan oleh mereka.

Jadi menurut saya, tujuan orang kuliah berbeda-beda, tapi konsep dan tujuan kuliah dibentuk ialah untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin menekuni suatu hal. Kalau anda tidak tahu ingin menekuni suatu hal, cari tahu dulu apa yang ingin anda tekuni baru tentukan apakah hal tersebut dapat difasilitasi dengan kuliah atau yang lain.

Oiya sebagai informasi tambahan, setelah kuliah di Teknik Industri Universitas Indonesia, saya menjadi ahli dalam menambahkan nilai lebih terhadap sesuatu apapun objeknya. Kenapa ahli? karena saya telah mendapatkan pengakuan dari Universitas Indonesia bahwa saya telah lulus sebagai Sarjana Teknik dibuktikan lewat ijazah yang saya terima.