Memahami Kehidupan Dari Jalanan

Banyak cara untuk memahami kehidupan. Meskipun kehidupan itu sendiri kadangkala begitu sulit untuk dipahami, kita sebagai manusia selalu membuka ruang untuk mencoba. Kita selalu haus pengetahuan. Sekalipun seringkali pengetahuan yang kita inginkan itu tidak benar-benar kita butuhkan. Atau tidak benar-benar bermanfaat bagi diri kita.
Salah satu tempat di mana kehidupan bisa menampakkan realitanya yang terbuka dan apa adanya adalah jalanan. Tempat di mana manusia bergerak maju untuk menuju. Di mana manusia melaluinya untuk pergi dan kembali. Tempat di mana segala jenis manusia dapat mengada. Tempat di mana masyarakat urban menghabiskan sepertiga dari hidup mereka.
Jalanan menampilkan karakteristik manusia yang sesungguhnya. Dia menekan manusia hingga ke batas-batas terjauh dari yang mampu dikendalikan oleh dirinya. Persaingan keras hingga bahkan fenomena “homo hominis lupus” tampak dengan jelas di jalanan. Seseorang yang sehari-hari tampak baik dan bersahaja bisa tiba-tiba sangat beringas ketik tiba di jalanan.
Ada yang berkata bahwa hidup adalah perjalanan. Aku akan membaliknya dan berkata, jalanan adalah kehidupan. Ada arti mendalam tentang hidup yang dapat kita petik dari situ. Ada kesadaran yang akan timbul tentang arti kehidupan pada jalanan itu. Salah satunya adalah bahwa jalanan mengajari kita tentang tujuan. Di mana langkah-langkah kaki kita mengarahkan kita ke sana. Kita tidak bisa membuat tujuan kita dekat, tapi kita bisa membuat tujuan itu terasa dekat.
Kesadaran akan tujuan juga mengajari kita untuk mencoba bersabar dalam melangkah. Sebab kita tahu bahwa setiap ayunan kaki ini semakin mendekatkan kita pada apa yang kita tuju. Kita tidak perlu megeluh, karena keluhan tidak akan menambah kecepatan laju jalan kita. Kita hanya harus terus melangkah dengan pasti. Dengan keyakinan bahwa kita akan sampai pada tujuan itu, cepat atau lambat. Meskipun akhirnya kita mati di tengah-tengahnya, kita bisa mati dengan bahagia. Sebab kita tahul betul bahwa kita berada di atas jalan yang tepat dan kita benar-benar mengarah ke arah yang benar.
Jalanan juga dapat membuat kita paham mengenai kehidupan dari apa yang kita lihat pada manusia-manusia yang lalu lalang di atasnya. Dari malaikat hingga iblis dapat kita temukan di jalanan. Semuanya menyatu dan tumpah ruah bersama. Kita bisa memahami konsep kebersamaan dalam keberagaman dan juga kebebasan dari manusia-manusia ini. Di mana setiap orang bisa berjalan beriringan tanpa saling mengganggu karena fokus pada tujuan masing-masing.
Di jalanan ini juga kita bisa melihat bahwa tampilan luar seseorang yang indah dan menawan sama sekali tidak menjamin keindahan perilakunya pula. Banyak kita saksikan fenomena di mana seseorang yang berpenampilan rapi dan elegan namun memiliki perilaku yang arogan, tidak sabaran, dan juga tidak menghargai orang lain. Kita juga bisa melihat warna kehidupan yang paling kelam dan kusam di jalanan ini. Warna yang tidak mungkin dapat kita pahami jika setiap hari kita hanya duduk menyendiri di rumah sendiri. Warna-warna yang beragam itu memperlihatkan kepada kita bagaimana kehidupan itu bisa menjelma dalam suatu bentu ironi yang sangat kontras.
Aku menulis catatan ini dalam perjalan pulangku dari perpustakaan yang penuh dengan kemacetan dan kelelahan. Dari jalanan ini aku betul-betul memahami bahwa kehidupan adalah perjalanan panjang yang penuh dengan ironi dan kekecewaan. Maka kesabaran adalah modal utama.
