Ramai
Dunia gempar,
bergemuruh,
banyak sorak-sorai dan bisik-bisik,
"Aku ingin pergi", katanya,
Mata melotot melihat,
menjelajah dirinya dari ujung ke ujung,
“Apa yang salah?”, batinnya,
Ia meredam suara tapak kakinya,
berusaha berjalan tanpa jejak,
tanpa ada yang tau kepergiannya,
Tapi dalam pikirannya masih terbayang-bayang sorot mata tajam orang-orang itu,
Masih melekat dalam pikirannya, kata-kata yang terlontar dari mulut jalang orang-orang itu,
Bodoh, lupakan saja! Untuk apa mereka peduli? Selama ini tak pernah mereka bertegur sapa bahkan memperdulikanku, lalu sekarang? Usaha apa yang sedang mereka lakukan? Menjatuhkanku?
Lorong panjang dan gelap itu menciptakan keheningan yang mengoyak-ngoyak telinganya, hingga suara napasnya terdengar hebat dan menganggu dirinya.
Ia tak tahu, kemana langkahnya menuju, hanya satu yang ada di pikirannya,
pergi jauh dari keramaian.
