#RuangRasa
Rasa Bersalah
Kali ini, mari berkenalan dengan rasa bersalah. Rasa tidak menyenangkan yang suka sekali di kehidupan kita. Katanya, rasa itu hadir dalam rangka menghantui atas salah keputusan yang kita ambil. Katanya, penyesalan itu dilarang. Tapi, katanya juga, manusia tidak akan pernah luput dari kesalahan. Jadi sebenarnya, selama kita masih diberi kesempatan bernafas di bumi ini, penyesalan dan kesalahan akan pasti datang, membawa rasa bersalah yang di banyak waktu memang sangat membebani.
Sebagai manusia, kita adalah makhluk yang ngga akan pernah lepas dari yang namanya kesalahan. Salah mengambil lagkah, keliru mengambil keputusan dan banyak hal lain yang dapat mengundang rasa bersalah menumpang di kehidupan kita.
Begini, mari sama-sama meluruskan bagaimana rasa bersalah dapat tiba-tiba menjadi teman tidur kita. Berawal dari ketidak hati-hatian dan kurangnya pertimbangan atas pilihan yang kita ambil. Esok lagi, jika semesta memberi kita pilihan. Mari sama-sama memilih dengan bijak. Larangannya adalah jangan dipilih; karena gengsi, karena omongan orang, dan karena serakah tidak ingin kehilangan yang milik kita saja, mungkin, bukan. Hidup itu tentang cukup dan memberi sebanyak-banyak nya. Karena, sebaik-baik nya manusia adalah yang dapat berguna bagi manusia lainnya.
Kemudian, jangan dilakukan kalau memang itu sebuah paksaan. Tapi, kalau memang itu kewajiban, meski tidak menyenangkan, jangan ditinggalkan, coba berdamai saja dulu. Nanti lama-lama akan berteman, kemudian pelan-pelan semua hal itu dapat menjelma menjadi hal menyenangkan. Bonus nya, kalau ikhlas, adalah nyaman.
Dan kalau memang sudah terlanjur salah, jangan lari. Jangan pernah lari. Apapun alesannya, pilihan yang seharusnya menjadi satu-satu nya pilihan yang kita ambil adalah selesaikan.
Kalau kita lupa menjalankan langkah pertama diatas, sudah terlanjur pernah lari atau memang sedang diminta berkenalan dengan rasa bersalah. Maka, solusi nya adalah tenang. Chill aja dulu. Semua manusia pasti buat salah kok. Semua manusia pasti pernah keliru. Pasti. Kamu pasti bisa survive.
Setelah setidaknya tenang, mari pelan-pelan disusun untuk diselesaikan. Karena rasa bersalah tidak akan pernah mau pergi kalau kita tidak menyelesaikan nya dengan baik. Sebenernya ia sesederhana menuntut sebuah penyelesaian. Seperti wanita, rasa bersalah butuh kepastian, rasa bersalah butuh diselesaikan. Mungkin langkah pertama akan terasa berat, tapi percaya deh, banyak hal yang menunggu di depan sana, banyak hal yang menunggu untuk dipelajari dan diambil. Itu adalah bagian dari proses kehidupan, bagian dari pembelajaran, bagian dari berkenalan dengan realita yang tidak selalu tentang bahagia.
Begini, percaya saja, kamu tidak akan pernah bisa bahagia kalau sebelumnya tidak pernah berkenalan dengan duka. Kamu tidak akan pernah bisa tertawa lepas, kalau sebelumnya kamu tidak pernah tau apa itu menangis. Kamu tidak akan pernah bisa merasakan apa itu lebih, kalau kamu tidak pernah merasa kurang. Kamu tidak akan pernah bisa menjadi besar, kalau kamu tidak pernah menjadi kecil. Sama, kamu tidak akan pernah merasa lega kalau kamu tidak berkenalan dengan rasa bersalah.
Kita sama-sama ada di dunia ini untuk belajar. Aku harap jangan ada yang menyerah sebelum cerita kita sama-sama indah. Cerita kita tidak semestinya berhenti disini. Masih ada banyak hal untuk dilewati agar cerita kita dapat dibagi, nanti. Selamat menikmati hari-harimu!
