Berbicara Kebebasan

Mungkin setiap dari kita memiliki obsesi untuk merayakan kebebasan tak terbatas.

Semua serba bebas saja tanpa terkecuali.

Tapi kemudian sebagian dari kita menyadari bahwa kemudian kebebasan tak berbatas adalah obsesi paling gila dan berbahaya.

Bagaimana kemudian ini menjadi sebuah paradoks.

Karena pada dasarnya semua tetap bebas berbatas, entah oleh diri kita sendiri atau oleh lingkungan yang mengelilingi kehidupan tanpa disadari.

Meski beberapa batasan ini memuakkan, tapi yah sebagian lain cukup masuk akal sebenarnya.

Pada dasarnya semua dari kita ingin terbebas dari belenggu-belenggu.

Namun, kenyataannya bahkan kita tak pernah menerima kebebasan mutlak.

Atau sebenarnya justru kebebasan mutlak itu tak pernah ada?

Kecuali hadir sebagai khayalan yang sebatas ada di angan tanpa jadi realita.

Ah, iya. Manusia akan selalu terikat. Kalau bukan pada sesama manusia ya sudah tentu dengan Tuhan-nya.

Kalau pun kau tak percaya keduanya pada akhirnya kita akan terikat, dengan nilai-nilai yang kita bangun sendiri untuk membatasi gerak diri.

Lalu mana lagi yang kau sebut kebebasan?

Kecuali sedikit hela nafas lega dalam tali-tali yang mulai melonggar.

Ah, iya kebebasan itu semu nyatanya.

— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —

Untuk kebebasan berekspresi yang kemudian mulai saya pikirkan ulang. Pada akhirnya saya memutuskan mengucapkan selamat tinggal pada ide tentang tatto pertama di bulan ini.