Sebuah Puisi yang Entah — 8

Ruang Katarsis
Nov 4 · 1 min read

Kata-kata sudah berhenti berubah menjadi ruang.
Kali ini ia lebih suka menjelma menjadi penghakiman.
Siapa dituduh salah siapa dituduh benar.

Ruang-ruang berhenti menjadi tempat berkumpul.
Ia lebih senang menjelma menjadi uang.
Tempat kesenjangan dilebarkan.

Hari ini kemudian kota kembali menjelma menjadi kehidupan.
Genderang pabrik dibunyikan.
Berbondong-bondong orang berdatangan.
Mengelilingi berhala kekayaan.

Tidak ada yang dapat mencapainya.
Semua hanya ilusi semata.

Sebagaimana kita yang berharap kebahagiaan,
lalu selalu berakhir disergap kekalahan.

Bukankah akhir selalu menjadi milik kita?

yang membusuk menunggu diterkam kematian.

Ruang Katarsis

Written by

Draco dormiens nunquam titillandus (Hogwarts)

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade