Sebuah Puisi yang Entah — 9

Ruang Katarsis
Nov 6 · 1 min read

Pagi ini kumaknai kata-kata pada jalan-jalan yang berlubang
Tempat roda sepeda ditandaskan
Bersama setiap getaran, tubuhku ikut tercecer berantakan.

Pagi ini kutemui kematian pada ujung bara pabrik
Tempat sebagian dari kami menghabiskan kehidupan
dan kemudian menjalani hidup bodoh dalam khayalan akan kemakmuran

Apa kau tak lelah?
tanyaku, kali ini lebih pada diri sendiri

Aku tak menemukan sanggahan,
begitupun persetujuan

Pagi ini serasa begitu sunyi,
bahkan nafasku enggan berbunyi,
Saat seorang kawan datang dan membisikkan padaku kebenaran

“Konservasi yang dilakukan perusahaan teteh dan perusahaan sebelah tidak berdampak apa-apa pada aliran sungai. Mereka justru memperparah keadaan. Ini tak lebih dari proyek tendensius yang bertujuan menghabiskan anggaran”

Hari itu kemudian separuh ragaku mati
teringang di telinga hal-hal yang takut aku akui

Sekarang kau pilih mana? kehidupan apa keyakinan akan kebenaran?

PS :

  • Terimakasih untuk semua pertanyaan, ucapan pemakluman dan kenyataan pahit bahwa proyek yang dibanggakan ini ternyata justru berunjung memperparah keadaan. Pada titik ini kemudian pertanyaan besar datang. Ingin terus begini atau berpindah keadaan?

Ruang Katarsis

Written by

Draco dormiens nunquam titillandus (Hogwarts)

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade