Lelaki Munafik

Sebuah puisi untukmu yang mendusta, Ma’ruf Nurhalis.

1.

Dalam sepi yang membiru

Suara hati menjamu rindu

Dalam redup terik lampu

Suara hati menyaji keluh pilu cemburu

2.

Malam itu, aku tahu

Kau berkata jujur terhadap apa yang aku tahu

Meskipun kau tahu, kalau aku tahu

3.

Masih terikat dalam ingatan syair ungkapmu padaku:

“Setiap kali mata memandangmu sebagai wanita

hatiku jatuh cinta

Setiap kali mata melirik dia sebagai wanita

hatiku jatuh cinta

Setiap kali mata menengok mereka sebagai wanita

hatiku jatuh cinta

Mataku munafik, mungkin juga hatiku

Maafkan!”

Sesimpel itu syairmu padaku.

4.

Persetan!

Kau jatuh cinta pada semua wanita

Bahkan ketika mereka adalah lelaki

Kau tak peduli

5.

Persetan!

Kau melihat bibir semua wanita seksi

Kau melihat payudara semua wanita aduhai

Hingga semua wanita kau cintai

6.

Kau lelaki bau kecut

karena pengecut

Kau lelaki hati kusta

karena penuh dengan dusta

[KataKerja, 29 Juli 2017]

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.