Bijaksana

Proverbs 2:6 (NIV)
For the Lord gives wisdom; from his mouth come knowledge and understanding.

Menjadi bijak, berpengetahuan banyak dan pengertian adlah 3 hal yg sngat diinginkan olrh kita. Bijak dalam mengambil keputusan, pintar dalam berbagai hal, dan mengerti segala sesuatu, isn’t it great? Tp drmana kita dapat semuanya itu? Kita bs bljr dr buku, dr crita teman, dsb.. tp jika demikian, apakah bedanya dgn org yg tidak beriman?

Di ayat ini bilang klo Tuhan memberikan hikmat; akan tetapi hikmat ini lain dr yang lain. Artinya hikmat dr Tuhan berbeda dgn yg dr dunia. Prtnyaannya adalah bagaimana mndapatkan hikmat dr Tuhan?

Yakobus 1:2–8 (TB)

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu KEBAHAGIAAN, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap IMANmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan HIKMAT, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit — , maka hal itu akan diberikan kepadanya.

Hendaklah ia memintanya dalam IMAN, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Dr ayat ini dpt kita lihat bahwa kebahagiaan, pencobaan, iman dan hikmat memiliki hubungan. Ketika kita meminta hikmat, kemungkinan kita sdang dihadapi dgn pilihan2 yg mencobai iman kita yg jg akan mempengaruhi kebahagiaan kita. Contoh: ketika kita ditawari proyek besar, tetapi proyek ini proyek ‘siluman’. Meskipun dmikian, tidak akan ketahuan oleh siapapun. Dgn kata lain, klo kita ambil pun kita tdk akan menerima resiko apa2. Di posisi ini, kita sedang dicobai. Ingat, pencobaan dtg ketika kita sendirian (co: Hawa dan Tuhan Yesus). Pencobaan ini menguji iman kita (akankah Tuhan ksih gw proyek kyak gini tp bersih? Klo ga diambil, akan ad proyek lain ga ya?). Apakah kita akan beriman (find our security) sma uang atau sama Tuhan. Ketika kita memilih uang, di yakobus bilang klo hidup kita tdk akan tenang. Dgn kata lain, jika kita memilih untuk ttp beriman sama Tuhan, we will gain his wisdom and joy.

So, God’s wisdom comes through our trial — which is a test of faith and will gives us joy if we persevere in our trials.

God bless!