Kau mengirimkan hujan yang ramai hingga basah di teras wajahku.
Aku memeras air hujan itu.
Ke dalam botol-botol rindu.

Aku meneguknya sampai amblas sebotol-botolnya.
Ia tenggelam jauh ke dasar dadaku.
Menyeret apa saja, termasuk Kau.
Namun, belum sembuh juga dahagaku.

(Fiksimini — 04:37 PM)