Analisa sederhana RAPBD DKI 2015 menggunakan bahasa R

Heboh perseteruan Gubernur DKI dan DPRD menarik perhatian saya untuk melakukan analisa sederhana terhadap data RAPBD yang di unggah oleh Gubernur DKI Basuki TP (Ahok).

Ada 2 versi RAPBD yg diunggah oleh Ahok :

  1. Pemprov
  2. DPRD

Data yg dipakai adalah data yg disediakan oleh Ainun Najib di website nya www.kawalapbd.org

Pertama-tama saya ingin mengetahui SKPD mana saja yg mendapatkan penambahan dan penurunan anggaran.

Tentu kita tidak dapat menampilkan semua karena jumlah SKPD di DKI Jakarta ada ratusan. Maka yang ditampilkan hanya 5 SKPD yang mendapatkan penambahan terbesar, dan 5 SKPD yang mengalami penurunan anggaran.

Untuk 5 SKPD yang mendapatkan penambahan anggaran terbesar dapat dilihat dari graphic ini :

Dari graphic tersebut terlihat SKPD yang mendapatkan penambahan anggaran :

  1. Sudin Pendidikan II — Jaksel

Pagu : Rp. 266,813,800,000
Hasil : Rp. 2,159,580,995,440
Selisih : Rp. 1,892,767,195,440
Prosentasi : 709.39629 %

2. Dinas Kebersihan

Pagu : Rp. 1,202,959,586,970
Hasil : Rp. 2,457,488,538,347
Selisih : Rp. 1,254,528,951,377
Prosentasi : 104.28687 %

dan seterusnya

Untuk 5 SKPD yang mengalami penurunan anggaran terbesar dapat dilihat dari graphic ini.

Dari graphic tersebut terlihat SKPD yang mengalami penurunan anggaran :

1. DINAS PERHUBUNGAN DAN TRANSPORTASI
Pagu : Rp. 610,802,036,000
Hasil : Rp. 202,967,168,750
Selisih : Rp. -407,834,867,250
Prosentasi : -66.77038 %

2. DINAS BINA MARGA
Pagu : Rp. 3,196,526,489,776
Hasil : Rp. 2,830,126,489,776
Selisih : Rp. -366,400,000,000
Prosentasi : -11.46244 %

3. DINAS TATA AIR
Pagu : Rp. 3,646,446,806,428
Hasil : Rp. 3,393,999,296,378
Selisih : Rp. -252,447,510,050
Prosentasi : -6.92311 %

Menjadi pertanyaan untuk kita semua, kenapa SKPD yang berhubungan langsung dengan masyarakat dipotong anggarannya begitu besar.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.