Konsisten dalam Memperjuangkan Kedisiplinan Pendidikan Bangsa

Ruhkhis Muhtadin
Jul 20, 2017 · 3 min read

Kemajuan sebuah negara lebih ditentukan oleh karakter penduduknya, dan karakter penduduk dibina lewat pendidikan yang bermutu dan relevan. Masyarakat Indonesia yang memiliki sokongan sumber daya alam yang melimpah serta kaya akan keberagaman seyogianya dapat melejitkan potensi anak bangsa.

Namun, mari kita bandingkan dengan Finlandia, negeri ini amat kecil dengan penduduk sekitar lima juta jiwa, homogen, dan negaranya sudah merdeka sekian ratus tahun. Hal serupa juga terjadi pada negara — negara asia timur seperti Jepang dan Korea. Sebaliknya, penduduk Indonesia lebih dari 220 juta jiwa, amat majemuk. Namun faktanya Indonesia jauh tertinggal dalam segi pendidikan.

Realita tersebut muncul diakibatkan sistem pendidikan Indonesia yang secara internal maupun eksternal belum dapat memenuhi standar pendidikan yang sustainable. Sekaligus secara mental diri belum terciptanya tanaman kedisiplinan yang memandang nilai penting dari pendidikan. Secara internal seperti metode pendekatan pendidikan serta mental belajar anak bangsa masih minim dan belum merata. Secara eksternal kita juga masih lemah dalam hal kebijakan dan sokongan lingkungan yang tidak menunjang pembelajaran yang berkualitas yang mana sebenarnya hal — hal tersebut dapat dimitigasi dengan cara implementasi nilai kedisiplinan yang terintegrasi dengan berbagai pihak.

Sudah banyak model pembelajaran, simulasi, produk, hingga sistem perkurikuluman pendidikan yang menyeru pada kemandirian peserta didik agar mandiri dan berkembang tanpa dalih tekstual. Namun, dalam penerapannya banyak yang sukar bahkan utopis untuk dilakukan, karena berbenturan dengan kesiapan, kesalahan perencanaan, sasaran yang tidak tepat dll.

Hampir setiap tahun sistem perkurikuluman bangsa ini selalu berubah-ubah. Inkonsistensi para stakeholder pendidikan ini salah satunya dikarenakan secara kultural kita termindset untuk tidak disiplin. Celakanya hal ini tidak disadari oleh masyarakat kita dan bersifat menyelubung. Padahal apabila ditelaah lebih lanjut, suatu sistem perkurikuluman itu memiliki sisi positif dan negatif yang keduanya dapat dimaksimalisasi maupun diminimalisasi dampak input maupun outputnya. Peranan kedisiplinan utamanya peran makro sistem dalam upayanya menjamin mutu tiap sistem yang dicanangkan yang memang selama ini jadi sorotan. Dalam hal ini penting untuk melakukan sedikit demi sedikit modifikasi perilaku baik dari elemen makro (stakeholder) hingga mikro secara komprehensif.

Modifikasi perilaku tersebut datang seiringan dengan gerakan disiplin dalam berbagai upaya pendirian integritas pendidikan. Menurut James O. Whittaker yang dikutip Syaiful Bahri, belajar merupakan proses tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Dari sini dapat diinduksi bahwa penyesuaian dan modifikasi perilaku secara kreatif dapat mengintegrasikan berbagai permodelan pendidikan, sebagai contoh proses pembelajaran kontekstual baik secara konseptual maupun pengaplikasian akan dengan mudah mencapai tingkatan keberlanjutannya. Modifikasi dapat dilakukan dari parameter yang paling fundamental mulai dari perubahan secara sadar, yang bersifat fungsional (sustainable), hingga perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Dengan pengalaman inilah seharusnya sistem pembangunan kedisiplinan pendidikan dapat fleksibel dan stabil mengikuti zaman, tentu dengan spirit disiplin yang menjadikan sistem berkelanjutan.

Penerapan sistem disiplin dalam strategi-strategi kreatif ini tentu harus dikolaborasikan dengan pendekatan-pendekatan lainnya seperti pembelajaran terintegrasi (integrated learning), pembelajaran kooperatif (cooperative learning), dan belajar sambil melakukan (learning by doing). Tidak masalah melandaskan basis pendidikan dengan bagaimanapun bentuknya (basis Lingkungan, Kebangsaan, Ketuhanan dll.) asalkan tetap memiliki spirit paradigma bahwa kebutuhan penanaman jiwa disiplin dalam pendidikan kontekstual pada siswa tetap digulirkan. — RM

amsterdamuniversitycollege.org/photos/a.897804750365937.1073741851.195842880562131/897806180365794/?type=3&theater

)

Written by

Let’s study the universe

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade