Believe in kindness

Sekuat akar menahan tidak menjamin kehidupan selalu bersamanya, teringat kata yang selalu terucap dari Orang tua ku untuk menjadi seorang yang bermanfaat untuk orang lain. Sesakit apapun kamu menanggung perasaan dan perihnya berprilaku tegar “Jangan lah mengandalkan orang lain, tapi jadi lah orang yang diandalkan oleh yang lain”.


Saya selalu berpegang pada hal tersebut, pada suatu saat “Cinta” membuat munculnya sebuah harapan lain yang ternyata sering tidak sesuai dengan harapan tersebut yang membuat adanya perasaan sedih. Ku coba memahami, ku coba mencari yang sesungguhnya tapi tetap perasaan ini tidak bisa dibohongi.


“Jadilah seperti mata air, bila dirimu air yang jernih, maka sekitarmu akan bersih. Tapi bila dirimu kotor, sekitarmu juga ikut kotor” aku akan selalu membantu mu, selama ku bisa membuat mu tersenyum, aku akan selalu menjaga mu, selama ku bisa melihat mu bahagia itu sudah sangat cukup untuk membuat hari ku bahagia. Aku akan selalu memposisikan diri untuk mendampinig mu sampai saat dimana kau yang menginginkan ku pergi, maka ku akan pergi.


Tidak perlu kamu pusing memikirkan ku. Aku tidak apa-apa, Aku mencintaimu karena Allah, biarkan Allah memilih yang terbaik untuk mu. Tapi izinkanlah aku untuk selalu bisa bersamamu sampai kau tak bisa lagi bersamaku.

Like what you read? Give 瑞符 a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.