Cerdas kota indeks datang ke Indonesia

Dekade yang lalu, urban usainya berkompetisi untuk meraih “global kota” atau “kota dunia” status dengan memikat perusahaan-perusahaan besar untuk mendirikan kantor pusat di kota mereka. Sekarang, konsep global “smart city” telah mencapai Indonesia.

Koran harian Kompas dan perusahaan gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berencana untuk melakukan survey cerdas kota di 98 kota di seluruh negeri.

Membuka indeks peluncuran pada hari Selasa, Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan bahwa migrasi desa-kota adalah sebuah tren yang tak terelakkan dan akan membuat kota-kota yang pernah lebih padat.

Berdasarkan data Bank Dunia, 2025 akan melihat puncak Indonesia urbanisasi, dengan 57 persen dari penduduk yang tinggal di kota, dibandingkan dengan 52 persen saat ini.

“Oleh karena itu, Walikota di negeri ini harus bekerja keras untuk memastikan lingkungan yang baik dan memberikan banyak kesempatan kerja. Yang dapat diukur dengan indeks ini,”Kalla mengatakan di Jakarta Convention Center di Senayan, Jakarta Selatan.

Kompas dan PGN akan bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menilai 98 kota antara April 20 dan Mei 8, dengan daftar finalis 15 kemudian untuk disusun.

Kriteria utama yang digunakan untuk indeks adalah kondisi ekonomi (smart ekonomi), interaksi sosial antara masyarakat dan administrasi yang didukung oleh itu (smart masyarakat) dan lingkungan (smart lingkungan).

Indeks akan membagi kota menjadi lima kategori. Tahap pertama adalah “Ad Hoc”, diberikan kepada sebuah kota yang menampilkan ada tanda-tanda kesediaan untuk menjadi kota yang cerdas, dengan spluttering ekonomi, pencemaran berat dan tingkat kejahatan yang tinggi. Yang kedua adalah “Inisiatif”, ketika kota telah mulai bergerak untuk menjadi sebuah kota yang cerdas.

Ketiga “tersebar” ketika kota telah mengambil tindakan serius untuk menjadi kota yang cerdas, diikuti oleh “Integratif” ketika tindakan telah terintegrasi. Kategori kelima adalah “Smart”.

ITB inovasi dan kewirausahaan Development Institute (LPIK-ITB) kepala Suhono Harso Supangkat mengatakan bahwa melalui indeks, Walikota akan mampu mengidentifikasi kota-kota mereka kekuatan dan kelemahan.

Dia menambahkan bahwa kota yang bisa dikategorikan sebagai sebuah kota yang cerdas ketika itu telah dikembangkan ke titik bahwa administrasi dapat merasakan, memahami dan mengontrol setiap sumber daya untuk melayani rakyat dan mempertahankan pembangunan di kota.

“Selain cerdas, kota juga harus mampu merespon dengan cepat untuk semua masalah yang muncul dalam yurisdiksi. Ini dapat membantu melalui teknologi smartphone yang memungkinkan penduduk untuk membuat keluhan,”kata Suhono.

Makassar adalah kota pertama di Indonesia untuk meluncurkan program smart city. Walikota Ramdhan Pomanto mengumumkan rencananya selama pelantikan wali kota pada bulan Mei tahun lalu. Salah satu program Rakit adalah untuk memperkenalkan sebuah sistem dimana penduduk yang dikeluarkan satu kartu yang berisi data sipil, NPWP dan nomor jaminan sosial.

Jakarta diikuti sesuai dengan proyek Jakarta Smart City pada bulan Desember tahun lalu, meluncurkan dua smartphone apps: petunjuk untuk penduduk untuk mengajukan keluhan dan tanaman bagi para pemimpin kota untuk menanggapi keluhan.

Tangerang Walikota Arief R. Wismansyah, sementara itu, kata pemerintahannya telah menciptakan sebuah aplikasi yang memungkinkan warga untuk laporan keluhan.

“Jika seorang penduduk pemberitahuan pothole, ia dapat mengambil rumah dijual di cinere gambar dan mengirimkannya kepada kami. Kami akan memperbaikinya secepat mungkin,”kata Arief selama konferensi

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Rumah Dijual’s story.