Waktu itu…

Angin mengetuk-ngetuk jendela kamarku hanya untuk bertanya kenapa aku mencintaimu seperti anak durhaka yang diberi umur panjang. Katanya juga semua tetangga menggerutu kenapa tak mati saja aku.
Di satu malam yang sunyi aku hampir mati di KOLAM ikan karena bulan bermimpi Tuhan mengutukku seperti di dalam cerita dongeng ibumu.

Kau ingat senja yang datang di pekarangan rumahmu? 
Waktu itu SORE, kota dan kita adalah JARAK tanpa spasi.

-
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.