#CatatanMaret ; Langkah

Matamu mengatup. Bibirmu membelah hangat di pipi. Malam menjadi seseorang, mendekap atau senyummu datang pelan tepat di keningku.

Langkah adalah cemas yang tersesat. Aku diam, kau menyukai hening. Kau sering menengadah jauh, aku sering mencari riuh. Di simpang jalan, kita biarkan tatap saling menetap. Mencari jejak mana bahagia, sajak mana yang tak hanya pelita.

Langkah adalah bahaya yang tak kembali. Angin mengetuk jendela. Menyampaikan petanda sebagai benda-benda yang berupa angan di akar-akar beringin. Di sebelah utara dari jembatan. Angin bertiup jauh, meliuk tepat di arah jarum jam pada ruang kecil di dalam dasar ingatan.

Langkah adalah kemungkinan apa dan kenapa yang sengaja dilekatkan pada gemuruh yang tumbuh di dalam perasaan gelisah. Angka-angka tak ada pada derai kakimu. Padahal waktu ingin tahu berapa jumlah lelah untuk sampai di ketukan pertama mata kita pada pintu rumahku. Atau bercerita pesisir juga teluk di depan bandara.

Langkah. Ada yang ada. Ada yang tiada. Tiada yang ada. Kau dalam segala langkah tanpa deretan ingin untuk sampai di mana pun.

“Perempuanmu”
Show your support

Clapping shows how much you appreciated D’s story.