Kemarin kita masih berada di satu paragraf yang sama. Ada lima kalimat yang selalu kita ulang-ulang tanpa bosan. Memenuhi tanganku, memenuhi tanganmu saat kita sama-sama butuh kata kuat.

Setelah beberapa saat lalu kau mengumpulkan semua kata yang akan akan kau bawa pergi. Hanya tertinggal sisa-sisa yang tidak utuh, susah terbaca.

Dua frasa berada di belakangmu tanpa menoleh lagi. Hanya makna-makna kesakitan yang tertinggal. Dalam sebuah catatan, kita yang dulu bersenda gurau. Kini bersembunyi dalam baris-baris huruf. Mengeja dan mengeja semua yang tidak ingin kita ulangi lagi.