Kepada Kau
Kepada Lelaki yang Tidur di Halaman Belakang Masa Lalunya
Di kota ini, kata tertimbun pada malam paling kelam. Kalimat-kalimat tanya satu persatu retak di bibirmu. Kau kembali bertanya tiap senja datang, setelah kepergiannya akan menuju pelukan siapa lagi sepi yang kau miliki.
Aku tak memandang wajahmu yang tak pernah ada sesudah atau sebelum hari ini. Sementara katamu, mencintai berarti kembali pada sebuah ketakutan atau terpaku pada sebuah bayangan bahwa ; aku menjadi inginmu dan kau menjadi inginku.
Semua keinginan adalah jurang, semua jurang bahkan pernah menjadi pelukan yang menyelamatkan kau pada mimpi buruk dalam tidur lelapmu.
Kau memasuki halaman belakang kenangan di waktu yang sama saat kau menghitung angka-angka pada kalender yang menggantung di dinding kamar, sejak kapan kau dan aku tak lagi mengingat masa lalu.
Dan
sejak kapan, kita hanya punya dua cita-cita; mencintai dan dicintai?
