Kepada Kau

Dila Paruki
Jul 26, 2017 · 1 min read

Kepada Lelaki yang Tidur di Halaman Belakang Masa Lalunya

Di kota ini, kata tertimbun pada malam paling kelam. Kalimat-kalimat tanya satu persatu retak di bibirmu. Kau kembali bertanya tiap senja datang, setelah kepergiannya akan menuju pelukan siapa lagi sepi yang kau miliki.



Aku tak memandang wajahmu yang tak pernah ada sesudah atau sebelum hari ini. Sementara katamu, mencintai berarti kembali pada sebuah ketakutan atau terpaku pada sebuah bayangan bahwa ; aku menjadi inginmu dan kau menjadi inginku.



Semua keinginan adalah jurang, semua jurang bahkan pernah menjadi pelukan yang menyelamatkan kau pada mimpi buruk dalam tidur lelapmu.



Kau memasuki halaman belakang kenangan di waktu yang sama saat kau menghitung angka-angka pada kalender yang menggantung di dinding kamar, sejak kapan kau dan aku tak lagi mengingat masa lalu.

Dan

sejak kapan, kita hanya punya dua cita-cita; mencintai dan dicintai?

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade