Menyusun Sunyi
Subuh buta dan suara kicau burung yang begitu riuh
juga angin yang mengantar aroma parfummu di hela-hela nafasku
Awan menyusun dirinya pelan-pelan membentuk namamu seolah langit tahu tangis adalah jawaban rindu yang berhari-hari rapuh.
Ramai lampu kota dan sunyi perlahan hilang, seseorang tanpa dosa pernah berdoa semoga malam lupa di mana tempat matahari tertidur seperti aku yang tak pernah tahu bagaimana menikmati pelangi, menghitung rintik hujan atau sekadar mengantuk di sepasang lenganmu.
Kau tahu lamunan sama seperti jawaban yang tak butuh pertanyaan
dan puisi hanya serupa barisan kata di atas pasir yang akan dihapus oleh ombak. Tapi kau di sini, menghapus segala umpama.
permainan frasa dari kak Saf :*