PERIHAL : KENAPA AKU MASIH MENCINTAIMU?

26 maret 2015

Kenapa aku masih mencintaimu?
Karena namamu adalah pagi yang menjadikan embun-embun merentang dalam pelukku
Satu-satunya alasan mentari jadi waktu yang paling panjang untuk dinikmati

Kenapa aku masih mencintaimu?
Karena aku mengibaratkanmu serupa jalan setapak yang hanya bisa ku lewati sendiri
Tidak ada seseorangpun yang berpapasan denganku

Kenapa aku masih mencintaimu?
Karena kau tidak mengikutiku menyukai hujan sebagai petanda suka yang kau ucap pada kamis
Kau akan menjadi kau yang bukan pemuja aku
Tapi paling setia walau kita benar jauh dan beku

Kenapa aku masih mencintaimu?
Menurutmu? Apa ada alasan untuk mencintai? Tidak, tidak ada perihal yang bisa menjelaskan kenapa aku masih mencintaimu


Karena saya sedang malas mengetik puisi yang ada di buku bersampul hijau, jadi beginilah. Saya menghijrahkan puisi-puisi lama yang ada di akun wordpress ke akun medium ini. Biar makin gemuk gitu dah, tidak seperti berat badan saya yang semakin menyusut.eaaaah..hijrah bisa bikin gemuk yak? Kalau gitu, saya hijrah saja darimu ke dirinya.*plaaaaaakk *ditabokcalonsuami

Heee.. emang udah punya calon neng? Ada kok bang, tapi belum ketemu aje. Menurut prediksi saya, calon suami saya orang yang pendiam. Mana bisa sekarang ngomongin cinta, itu tidak mungkin kan, yang boleh ngomongin Cinta itu hanya Rangga. Eheeek

Udah,, udah ah..

Segitu dulu yak menye-menye manjanya, kalau dilanjutkan saya bisa lupa diri, cerita hijrah si puisi bisa sepanjang tembok cinta, eh tembok cina maksudnya. Maaf typo ☺

Sampai jumpa lagi nyok! *kecupbasah … ☺