Rindu

Yuhbeh,, apa yang ngana rasa-rasa ini?

Rindu!

Begitu sekiranya saya menyebut apa yang sedang saya rasakan. Jadi, ini bukan curhat colongan tapi kali ini saya memang ingin curhat tentang rasa rindu saya terhadap banyak hal, termasuk kamu yang jauh dari kota ini.

Akhir-akhir ini saya merindui ini dan itu. Kejadian-kejadian pada 25 tahun terakhir yang terekam dalam ingatan saya. Mulai dari kesulitan-kesulitan sampai hal paling sederhana, ingin kembali saya ulangi, ingin kembali ke banyak masa.

Saya merindui mama dan kota kelahiran saya. Saya lahir di kota Poso, sesekali saya ingin mengunjungi kota itu walaupun hanya untuk melihat bekas timbunan ari-ari saya dan barangkali makam seseorang yang belum pernah saya lihat wajahnya. Yang saya ingat di sana adalah pohon jambu di depan rumah dan jembatan gantung menuju gereja, juga ingatan tentang papa yang menggenggam tangan saya dengan hangat tiap kali melewati jembatan itu. Ketakutan saya hilang bersama dengan keberanian orang-orang yang ingin bertemu Tuhan. Ada semacam haru di dada saya ketika mendengar lantunan lagu-lagu di gereja. Entah kenapa saya merindui saat-saat itu, sangat merindui, bahkan sampai di bagian ini saya tidak bisa menahan air mata saya karena terlalu rindu.

Saya merindui masa kecil. Yang saya tahu dan yang membuat saya bahagia di masa itu adalah saya punya mama dan papa seperti anak-anak lain yang mungkin saja tidak menyadari betapa penting bisa memanggil mama dan papa dengan sosok yang benar-benar ada. Cukup. Saya tidak butuh boneka atau mainan dengan macam-macam rupa. Punya mama dan papa, sudah sangat menghibur, sangat bahagia.

Saya juga merindukan banyak hal di kampus. Teman-teman seangkatan, teman-teman di LPM Silolangi, dan wajah-wajah Ikamabastra juga sanggar seni Bahana. Kalau harus menceritakan satu persatu tentang apa-apa yang bikin saya rindu, kata-kata tidak akan cukup, kalimat-kalimat akan kelelahan sebelum rindu selesai saya tuliskan. Ah, ingin saja mengulang kembali.

Dan betapa saya merindui kamu. Kamu, iya kamu. Bagian ini yang paling tidak butuh penjelasan apa-apa.

Hmmm,, rupanya untuk satu kata “rindu” banyak hal yang tidak mampu kita ceritakan, entah karena terlalu rindu atau terlalu menyedihkan.

Ssssssttt,, kamu merindui apa saja hari ini?

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.