Ryan Muchtar
Nov 1 · 2 min read

HIDUP CUMA SEKALI

Hidup kadang lucu,

saat ekspektasi liar mengakar, justru realita menjatuhkan. Tapi,

saat semua mengalir saja, banyak sekali elemen kejutan.

Pagi sampai sore sehari hari berjalan biasa saja layaknya rutinitas, dibangunkan matahari, ditemani bulan istirahat. Tapi apa yang terjadi di antaranya selalu membuat kita sebagai manusia kaget, senang, sedih, tercampur segala elemen emosi. Once in a while kita bisa bangun dan tercerahkan hari karena mendapatkan kabar baik semalamnya, sehingga tertidur ditemani senyuman nampak bukan hanya bualan.

Tapi,

Dibangunkan dengan perasaan seakan ingin mempercepat hari juga sering kali terjadi. Ada hal yang kita bawa dari semalam, atau saat pagi dikejutkan dengan elemen kehidupan. Kadang menyalahkan tuhan adalah sah saat beberapa manusia merasa mereka sudah berusaha semampunya. Belum juga blaming the condition yang kita anggap pantas dilakukan saat arah sudah hilang entah kemana.

Saya percaya hidup memang one trial saja cukup, manusia gapunya button undo atau restart. Kita selalu dihadapkan dengan begitu luasnya pilihan dan kesempatan. Kita bisa memilih doing nothing all day long ataupun sebaliknya, menghabiskan waktu sehari untuk melakukan kegiatan yang “positif”. sedangkan, kata positif sendiri memiliki makna dan cakupan yang luas. Setiap individu memiliki penilaian dan proporsinya masing masing dalam menentukan kegiatan saya cukup positif atau tidak.

Dalam satu kali percobaan kehidupan, banyak yang mengikuti arusnya ataupun melawan arus yang ada, kembali lagi itu pilihan setiap insan.Kadang sebagai manusia kita gabutuh saran , karena pikiran sudah terlalu bising dengan ide ide kita sendiri. Kita hanya butuh yang mau mendengarkan. Dan tidak semua orang memiliki skill tersebut. Saya suka kutipan ini

“Kosongkan gelas setiap ada pertemuan baru”

Hindari rendahkan orang lain apapun alasan dan kondisinya, kurangi memandang sebelah mata orang lain karena mereka berbeda dengan kita, apapun kondisi dan situasinya, mereka sama sama manusia yang memiliki perasaan. Dengan mengosongkan gelas kita selalu mengisi gelas tersebut dengan cerita mereka, masalah yang dialami, dan pengalaman yang dilewati. Ingat bahwa manusia di bumi ini semuanya adalah peserta, tidak ada yang berhak menilai seseorang, selain Sang Pencipta.

Apakah disini saya dirasa paling benar dalam melakukan sesuatu?

Tidak sama sekali, saya masih banyak kekurangan.

Dengan begitu saya ingin mengisi hari hari saya dengan sesuatu yang menghasilkan dan positif menurut saya. Yaitu mengingatkan saya dan kepada semua yang membaca ini.

Terimakasih sudah bertahan sejauh ini, saya gatau apa yang anda alami sejauh ini, sudah sekuat ini anda bertahan. Saya amat amat bangga terhadap kalian, karena tidak ada yang lebih hebat dengan manusia yang telah dijatuhkan, lalu berdiri kembali seperti kalian. Jangan pernah merasa kalian sendiri di dunia ini. Kalian berharga dengan jalannya masing masing.

Ryan Muchtar

Written by

Hidup ya dinikmati, semua perjalanan itu baik, positif atau negatifnya ya hanya perspektif

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade