Kubu Ecommerce Di Indonesia

Ryo Wibowo
Aug 26, 2017 · 3 min read

Kubu Pertama : Alibaba dengan lazada (B2C) dan tokopedia (C2C)

Pada tanggal 17 Agustus 2017, CEO Tokopedia, William Tanuwijaya mengumumkan telah menerima babak pendanaan investasi terbaru dengan nilai US$1,1 miliar . Komitmen putaran pendanaan tersebut dipimpin oleh Alibaba Group dengan partisipasi dari sejumlah pemegang saham Tokopedia sebelumnya. Investasi ini sekaligus menjadikan Alibaba pemegang saham minoritas di Tokopedia. Sebelumnya, Alibaba juga telah mengakuisisi e-commerce lain yang beroperasi di tanah air, yaitu Lazada.

Kubu Kedua : SEA dengan Shopee

Shopee yang merupakan Startup asal Singapura yang juga merupakan pemilik dari Shopee, Garena, kini berganti nama menjadi SEA. Perubahan nama dilakukan setelah mereka mendapat pendanaan terbaru senilai US$550 juta (sekitar Rp7,3 triliun). Menurut Bloomberg, pendanaan tersebut diikuti oleh beberapa lembaga finansial, seperti GDP Venture, JG Summit Holdings, Hillhouse, Cathay Financial, dan Farallon. SEA akan menggunakan mayoritas dana segar tersebut untuk mengembangkan bisnis Shopee di Indonesia.

Kubu ketiga : Jing Dong (JD) dengan JD.id

Tencent yang merupakan pesaing utama dari alibaba memiliki saham mayoritas di JD. JD.id mulai beroperasi di Indonesia sejak Oktober 2015. Pada awalnya, mereka fokus terhadap menyediakan pelanggan dengan produk elektronik dan gadgets yang sulit ditemukan, seperti iPad Pro dari Apple dan A2010 dari Lenovo yang baru launching pada akhir tahun 2015. Sejak itu mereka telah memperluaskan penawaran produk mereka dan memasukkan kategori seperti sepatu dan pakaian olah raga dan juga produk kecantikan dan kesehatan

Kubu ke empat : salim group dengan ilotte (B2C) dan elevenia (C2C)

Kehadiran PT Indo Lotte Makmur, sebagai pemilik brand iLotte, merupakan bagian ekspansi digital Salim Group yang cukup gencar tahun ini. Menariknya, Salim Group disebutkan baru mengakuisisi kepemilikan SK Planet di Elevenia dan kehadiran iLotte bakal melengkapi portofolio Salim Group di industri e-commerce.

Karena Elevenia berkiprah di sektor C2C, sementara iLotte tampaknya bersifat B2C, sangat menarik melihat peta persaingan industri e-commerce di masa mendatang, apalagi Alibaba, pemilik mayoritas layanan B2C Lazada, baru saja masuk sebagai pemegang saham minoritas layanan C2C Tokopedia.

Kubu ke lima : Djarum group dengan Blibli

Blibli adalah produk pertama PT Global Digital Niaga yang merupakan project dari GDP Venture , yang merupakan unit perusahaan Djarum dibidang digital yang didirikan pada tahun 2010. Blibli mengklaim mereka menjadi mal online pertama buatan bangsa Indonesia. konsep mal online yang dimaksud, yakni membawa gaya belanja mal ke dalam sebuah website melalui 11 kategori pilihan, di antaranya seperti handphone dan tablet, komputer dan laptop, peralatan elektronik, fesyen wanita, fesyen pria, kesehatan dan kecantikan, ibu dan anak, hobi dan olahraga, serta otomotif.

Kubu ke enam : Lippo group dengan Mataharimall

MatahariMall.com pertama kali diumumkan kehadirannya oleh Grup Lippo pada tanggal 25 Februari 2015. Sejak awal kemunculannya, Grup Lippo menyiapkan MatahariMall.com untuk menjadi situs perdagangan di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, Grup Lippo menganggarkan dana investasi sebesar 500 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar enam triliun rupiah

Kubu ke tujuh : Emtek Dengan Bukalapak

Bukalapak didirikan oleh Achmad Zaky pada awal tahun 2010 sebagai divisi agensi digital bernama Suitmedia yang berbasis di Jakarta. Namun, Bukalapak baru berstatus sebagai sebuah Perseroan Terbatas (PT) pada September 2011 dan dikelola oleh manajemen yang dipimpin oleh Achmad Zaky sebagai CEO (Chief Executive Office) dan Nugroho Herucahyono sebagai CTO (Chief Technology Officer).

Pada 6 November 2014 EMTEK melalui anak perusahaannya KMK berinvestasi di Bukalapak dengan menanamkan modal sebesar Rp 29 miliar. Dari laporan keuangan EMTEK tahun 2015 (pemilik 49% saham Bukalapak), diketahui bahwa Bukalapak telah mendapatkan dana investasi dari EMTEK total hingga Rp 439 miliar.

)

Ryo Wibowo

Written by

A note for my life in digital marketing learning

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade